alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

1.150 Kepala Keluarga Suku Anak Dalam di Jambi Terima Daging Kurban

Tasmalinda Jum'at, 23 Juli 2021 | 22:01 WIB

1.150 Kepala Keluarga Suku Anak Dalam di Jambi Terima Daging Kurban
Lapak pedagang hewan kurban di Jalan Raya Pekayon, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (18/7/2021). [SuaraBekaci.id/Imam Faisal]

Sebanyak 1.150 Kepala Keluarga (KK) warga SAD di Muaro Jambi menerima daging kurban.

SuaraSumsel.id - Sebanyak 1.150 Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi mendapatkan hewan kurban berupa enam ekor sapi dan 72 ekor kambing. 

"Ada sebanyak 1.150 kepala keluarga (KK) warga SAD di Kabupaten Muaro Jambi menerima daging hewan kurban yang disalurkan oleh Daarut Tauhid Jambi," kata Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani di Jambi, Jumat.

Kepedulian sosial tersebut, kata dia, merupakan bagian makna terkandung dalam perayaan Idul Adha.

"Harapannya warga SAD dapat merespon dengan baik berbagai program pemerintah sebagai wujud kepedulian dan perhatian dari pemerintah," katanya lagi.

Baca Juga: Sepekan Terakhir, Stok Vaksin COVID 19 Sumsel Kosong

Selain itu, warga SAD juga diharapkan lebih perhatian pada kesehatan dan pendidikan dan mengelola pertanian dengan baik agar bermanfaat untuk saat ini.

Warga SAD terima bantuan kurban [ANTARA]
Warga SAD terima bantuan kurban [ANTARA]

"Pemerintah Provinsi Jambi bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan semua pemangku kepentingan untuk memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan dan kependudukan secara gratis kepada warga SAD sebagai masyarakat yang memiliki pola hidup berpindah-pindah (nomaden) dan hidup berkelompok," kata Abdullah Sani.

Bupati Muaro Jambi Masnah Busro mengatakan hewan kurban untuk warga SAD tersebut merupakan wujud nyata perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan kepada warga SAD.

"Harapannya daging hewan kurban tersebut dapat bermanfaat bagi warga SAD dan untuk tahun-tahun yang akan datang jumlahnya meningkat," katanya (ANTARA).

Baca Juga: Sumsel Kehabisan Stok Vaksin, Beberapa Faskes Stop Vaksinasi Sementara

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait