alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sumsel Genjot Produksi Padi lewat Program Optimalisasi dan Intensifikasi Lahan

Wakos Reza Gautama Jum'at, 16 Juli 2021 | 10:26 WIB

Sumsel Genjot Produksi Padi lewat Program Optimalisasi dan Intensifikasi Lahan
Ilustrasi Sawah. Pemprov Sumsel menggenjot produksi padi. [elements.envato]

produksi lahan pertanian di sejumlah sentra produksi di Sumsel baru mencapai 2,7 juta ton gabah kering giling (GKG) .

SuaraSumsel.id - Pemerintah Provinsi Sumatera pada 2021 ini berupaya melakukan program optimalisasi dan intensifikasi lahan pertanian untuk meningkatkan produksi padi dan tanaman pangan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono mengatakan, produksi lahan pertanian di sejumlah sentra produksi baru mencapai 2,7 juta ton gabah kering giling (GKG) .

"Diharapkan dengan program tersebut ditargetkan mencapai 5,1 juta ton GKG," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, Kamis (15/7/2021) dilansir dari ANTARA.

Dia menjelaskan, program optimalisasi lahan pertanian difokuskan di sentra produksi pertanian Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Kabupaten Muara Enim sekitar 50 ribu hektare.

Baca Juga: Sumsel Lebih Dingin pada Pagi Hari Meski Kemarau, Ini Kata BMKG Fenomena Bediding

Sedangkan program intensifikasi lahan pertanian difokuskan di sentra produksi pertanian seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dan OKU Selatan seluas 25 ribu ha.

Untuk menjalankan program tersebut akan didukung dengan perbaikan tanggul saluran air, membuat pintu air, pengadaan pompa, membangun jalan dan jembatan.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel dan kabupaten serta anggota TNI.

Sementara mengenai dana pelaksanaan program optimalisasi dan intensifikasi lahan pertanian didukung pemerintah pusat.

Dukungan dana Kementerian Pertanian untuk program optimalisasi lahan mencapai Rp306 miliar dan intensifikasi lahan mencapai Rp152 miliar, ujar Bambang. (ANTARA)

Baca Juga: Divonis Bersalah, Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo Hanya Dipenjara 5 Tahun

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait