- Aksi tawuran remaja terjadi berulang kali dalam sepekan terakhir, memicu keresahan signifikan bagi warga sekitar.
- Bentrok kelompok remaja kerap pecah pada larut malam hingga dini hari, berlokasi dekat kawasan permukiman padat penduduk.
- Warga meminta peningkatan intensitas patroli kepolisian serta perlunya pembinaan remaja untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut.
SuaraSumsel.id - Lubuklinggau kembali dibuat tidak nyaman oleh aksi tawuran remaja. Bentrokan antarkelompok anak muda yang terjadi berulang kali dalam sepekan terakhir memicu keresahan warga, terutama yang tinggal di kawasan permukiman. Berikut rangkuman fakta-fakta penting yang perlu diketahui.
1. Terjadi Berulang dalam Sepekan Terakhir
Warga menyebut tawuran bukan kejadian sekali lalu. Aksi saling serang antarkelompok remaja ini dilaporkan terjadi berulang kali, membuat situasi lingkungan tidak lagi kondusif.
2. Kerap Pecah pada Dini Hari
Baca Juga:Sumsel Sepekan: Puluhan Ribu Jamaah Putihkan Palembang dalam Puncak Ziarah Kubro 2026
Sebagian besar tawuran terjadi larut malam hingga dini hari. Waktu ini membuat warga khawatir karena aktivitas bentrokan berlangsung saat banyak keluarga sedang beristirahat.
3. Lokasi Dekat Permukiman Warga
Bentrok remaja tidak terjadi di tempat sepi, melainkan di sekitar rumah warga dan jalan komplek. Kondisi ini menimbulkan rasa takut, terutama bagi orang tua yang memiliki anak kecil.
4. Suara Ricuh Bikin Warga Tak Nyaman
Teriakan, suara benturan, hingga kegaduhan dari kelompok remaja disebut sering terdengar jelas dari dalam rumah. Warga mengaku tak berani keluar rumah saat tawuran pecah.
Baca Juga:Inflasi Sumsel Masih Aman, Tapi Warga Mulai Merasakan Perubahan Harga
5. Warga Minta Patroli Polisi Ditingkatkan
Masyarakat berharap aparat keamanan lebih sering melakukan patroli malam serta langkah pencegahan lain agar tawuran remaja tidak kembali terulang.
6. Fenomena Lama yang Kembali Terulang
Tawuran remaja sebenarnya bukan masalah baru di Lubuklinggau. Pada kasus sebelumnya, aparat sempat mengamankan remaja yang terlibat, termasuk yang membawa senjata tajam.
7. Didorong Perlunya Pembinaan Remaja
Selain penindakan, warga juga menilai perlu ada pembinaan dan kegiatan positif bagi remaja. Keterlibatan orang tua, sekolah, dan lingkungan dianggap penting untuk menekan aksi kekerasan anak muda.