alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ungkap Tak Pecaya COVID 19, dr Lois Owien Ditangkap Polisi

Tasmalinda Senin, 12 Juli 2021 | 15:18 WIB

Ungkap Tak Pecaya COVID 19, dr Lois Owien Ditangkap Polisi
YouTube Hotman Paris yang mewawancarai dr Lois [Youtube] Ungkap Tak Pecaya COVID 19

Dokter ini mengungkap tidak mempercayai adanya virus COVID 19 pada sesi wawancara bersama pengacara Hotman Paris.

SuaraSumsel.id - Polisi membenarkan menangkap dr Lois Owien, Minggu (11/7/2021) kemarin. Penangkapan dilakukan setelah dokter ini melalui akun media sosial pun melontarkan tidak mempercayai adanya virus COVID 19.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan dokter tersebut ditangkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya pada Minggu (11/7/2021)

"Kemarin minggu diamankan Polda Metro Jaya dan dilimpahkan ke Mabes Polri," kata Argo saat dikonfirmasi, Senin (12/7/2021).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyatakan belum mengetahui kronologis detil kasus tersebut.

Baca Juga: Cek Bed IGD Pasien COVID 19 pada 12 Juli, Rumah Sakit di Sumsel Butuh Pasokan Oksigen

Menurut dia, mengenai kronologis kasus tersebut akan disampaikan saat jumpa pers siang ini.

dr Lois belakangan menjadi perbincangan khalayak media sosial usai menyatakan tak percaya adanya Covid-19. Pernyataan itu dilontrakan dr Lois saat menjadi bintang tamu talk show yang diunggah di kanal Youtube Hotman Paris Official, Jumat (9/7/2021) lalu.

Ketika itu Hotman Paris mengajukan pertanyaan mengenai pendapat dr Lois soal Covid-19. Ia dengan lantang menjawab tidak percaya sama sekali dengan wabah Covid-19.

"Pertanyaan saya yang pertama, ibu sebagai dokter percaya nggak ada Corona?" tanya Hotman.

dr Lois menyebut kematian pasien bukan karena Covid-19. Melainkan, kata dia, akibat interaksi antar obat.

Baca Juga: Hewan Kurban di Sumsel Disarankan Disembelih di Rumah Potong Hewan

"Interaksi antar obat. Pak kalau misalnya buka data di rumah sakit, itu pemberian obatnya lebih dari 6 macam," jelas dr Lois.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait