facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anak Muda Palembang Diingatkan Mendagri Cegah Kerumunan Jelang Lebaran

Tasmalinda Senin, 03 Mei 2021 | 10:54 WIB

Anak Muda Palembang Diingatkan Mendagri Cegah Kerumunan Jelang Lebaran
Mendagri Tito Karnavian saat mengunjungi wisma atlet [ANTARA] Mendagri Ajak Anak Muda Palembang Kurangi Kerumunan Jelang Lebaran

Menteri Dalam Negeri atau Mendagri mengingatkan agar anak muda Palembang juga turut membantu Pemerintah agar menghindari penyebaran virus covid 19.

SuaraSumsel.id - Anak muda di Palembang, Sumatera Selatan diajak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengurangi aktivitas kumpul-kumpul, terutama begadang, pada malam hari untuk menekan penularan COVID-19.

"Anak-anak muda sudahlah, tidak perlu dulu 'bedalu-dalu' (begadang, red.)," kata dia saat berkunjung di Palembang seperti dilansir dari ANTARA, Senin (3/5/2021).

Data Dinkes Sumsel mencatat dari 20.595 kasus positif yang ditemukan hingga 1 Mei 2021, sebanyak 10.349 kasus atau 50 persen merupakan kalangan usia 20-44 tahun.

Dia mengatakan aktivitas berkumpul di Kota Palembang harus dipantau secara ketat karena wilayah itu masih menjalani pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dan berstatus zona merah COVID-19.

Baca Juga: Tempat Tidur Rumah Sakit Terisi 65 Persen, Sumsel Siapkan Wisma Atlet Lagi

Ia meminta kafe-kafe yang menjadi tempat berkumpulnya anak muda agar mematuhi jam operasional sesuai aturan PPKM dan aturan-aturan lain yang dibuat kepala daerah setempat.

Tito juga menyoroti kegiatan buka bersama dan Shalat Tarawih selama Ramadhan yang rentan tidak memperhatikan protokol kesehatan dan dapat memunculkan klaster penularan virus corona jenis baru itu.

Ia meminta masyarakat tetap menjaga diri dari penularan virus.

Ia mengakui kondisi menjelang Lebaran dan kejenuhan warga menghadapi pandemi telah membuat sebagian mereka bebas beraktivitas, tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Padahal, kasus COVID-19 di Sumsel, khususnya Palembang, tengah mengalami peningkatan signifikan yang memicu keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit-rumah sakit mendekati 70 persen.

Baca Juga: Walhi Sumsel Menilai Munarman Dikriminalisasi Pakai UU Terorisme

Ia mengatakan jika kedisiplinan masyarakat tidak tertangani dengan baik dalam menaati protokol kesehatan, hal itu sebagai mengkhawatirkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait