alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kades Tilap Bantuan Covid 19 untuk Judi Togel Dituntut Tujuh Tahun

Tasmalinda Senin, 12 April 2021 | 15:15 WIB

Kades Tilap Bantuan Covid 19 untuk Judi Togel Dituntut Tujuh Tahun
Ilustrasi BLT, BST, PKH, BNPT, bantuan sosial, bansos. (Suara.com/Ema Rohimah) Kades Tilap Bantuan Covid 19 untuk Judi Togel Dituntut Tujuh Tahun

Jaksa menuntut kepala desa alias kades tersebut dengan tuntutan tujuh tahun penjara sekaligus denda mengganti uang yang ditllap.

SuaraSumsel.id - Kepala Desa atau Kades Sukowarno, Sumatera Selatan Askari, 43 dituntut agar dihukum selama tujuh tahun sekaligus mengganti denda Rp 200 juta dana bantuan sosial covid 19 yang ditilap.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuklinggau,Sumar Herti, Senin, mengatakan perbuatan terdakwa menghambat program Pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan penanganan dampak COVID-19 serta menimbulkan kerugian negara.

"Hal-hal yang memberatkan bahwa sebagian dana bansos digunakan terdakwa untuk judi, main perempuan dan membayar hutang," kata Sumar lewat sambungan video persidangan di Pengadilan Negeri Palembang.

Seperti dilansir dari ANTARA, Sumar menyatakan terdakwa melanggar pasal Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor.

Baca Juga: Ini 5 Menu Khas Buka Puasa Ramadhan Ala Wong Palembang

Jaksa juga menuntut terdakwa mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp187,2 juta dengan ketentuan jika denda hukuman tidak dibayar dalam satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda dapat disita.

"Dan jika tidak mencukupi maka diganti pidana penjara selama 2,5 tahun," kata Sumar.

Pada persidangan yang dipimpin hakim ketua Sahlan Effendi tersebut, Askari yang didampingi penasehat hukumnya, Supendi, menyatakan akan mengajukan pledoi.

Askari diduga menggelapkan dana BLT dana desa Sukowarno Kabupaten Musi Rawas sebesar Rp187 juta saat masih menjadi kades pada Mei 2020.

Dana tersebut digunakan untuk untuk membayar hutang sebesar Rp31 juta, lalu Rp5 juta dipinjam oleh seorang warga Suro, Rp6 juta membayar hutang ke warga desanya, Rp15 juta digunakan untuk perayaan Idul Fitri, Rp70 juta digunakan untuk judi togel dan Rp 50 juta digunakan untuk judi remi.

Pada persidangan juga terungkap sebagian dana digunakan terdakwa untuk membayar uang muka satu unit mobil milik selingkuhannya sesama warga Desa Sukowarno.

Baca Juga: Vaksinasi Covid 19 Palembang Tetap Dilanjutkan Selama Ramadan

Desa Sukowarno yang dipimpin terdakwa mengalokasikan dana sebesar Rp280 juta untuk 156 kepala keluarga penerima bantuan langsung tunai dana desa (BLTDD) COVID-19 dengan anggaran Rp600.000 selama tiga bulan pada 2020.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait