- BPS Sumsel mencatat ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,20 persen pada triwulan III tahun 2025.
- Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,58 persen.
- Sektor pertambangan dan penggalian mempertahankan kontribusi terbesar sebesar 23,86 persen dengan pertumbuhan 1,37 persen.
SuaraSumsel.id - Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan mencapai 5,20 persen pada triwulan III 2025, tetapi ada fakta menarik di balik angka tersebut. Sektor yang tumbuh paling cepat ternyata bukan pertambangan, melainkan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang berkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi tersebut secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan triwulan III 2024. Dari sisi produksi, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 11,58 persen.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto mengatakan angka tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel tidak hanya bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam. Di tengah kontribusi besar pertambangan dan penggalian, sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat justru mencatat pertumbuhan lebih tinggi. BPS mencatat pertambangan dan penggalian masih memiliki kontribusi besar dalam struktur ekonomi Sumsel, sementara pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum menjadi yang tertinggi pada periode tersebut.
Artinya, ketika sektor pertambangan yang memiliki porsi besar tumbuh relatif terbatas, sektor jasa yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat justru melaju lebih kencang.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
Selama ini, pertumbuhan ekonomi Sumsel sangat mudah dikaitkan dengan sektor pertambangan dan komoditas. Maklum, sektor tersebut memiliki posisi besar dalam struktur ekonomi daerah. Namun, angka terbaru memberikan gambaran yang lebih beragam.
Pertambangan tumbuh 1,37 persen, sementara Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencapai 11,58 persen. Bahkan, pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum tercatat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan pertumbuhan pertambangan pada periode yang sama.
Ini bukan berarti pertambangan kehilangan peran. Dengan kontribusi yang besar, sektor tersebut tetap menjadi fondasi penting perekonomian Sumsel.
Tetapi, sektor terbesar tidak selalu menjadi sektor yang pertumbuhannya paling cepat. Dan di situlah cerita ekonomi Sumsel menjadi lebih menarik.
Uang masyarakat ikut menggerakkan ekonomi
Baca Juga:Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
Pertumbuhan akomodasi dan makan minum memperlihatkan adanya aktivitas ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Restoran, rumah makan, hotel, penginapan hingga berbagai aktivitas yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat menjadi bagian dari sektor ini.
Ketika aktivitas tersebut meningkat, efeknya tidak berhenti pada transaksi antara pembeli dan penjual. Ada rantai ekonomi yang ikut bergerak, mulai dari pemasok bahan makanan, pekerja, transportasi, distribusi hingga jasa pendukung lainnya.
Karena itu, pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum dapat dibaca sebagai salah satu gambaran meningkatnya aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat. Sektor perdagangan juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni 8,71 persen berdasarkan data sektoral yang digunakan dalam analisis ini.
Angka tersebut jauh di atas pertumbuhan pertambangan yang berada di level 1,37 persen.
Perdagangan memiliki hubungan erat dengan aktivitas konsumsi. Ketika masyarakat melakukan pembelian barang dan jasa, terjadi perputaran uang yang kemudian menghidupkan aktivitas pelaku usaha.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada periode tersebut memperlihatkan bahwa mesin ekonomi daerah tidak hanya berada di sektor ekstraktif. Ada sektor perdagangan dan jasa yang ikut menjaga laju pertumbuhan.