Pembangunan TMII tak lepas dari gagasan Ibu Negara Presiden Kedua Indonesia, Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970.
Mengutip Historia, Ibu Tien memperoleh gagasan itu setelah berkunjung ke Thai-in-Miniature di Thailand dan Disneyland di Amerika Serikat. Dua tempat ini berfungsi memamerkan dan mempromosikan kebudayaan, segi sosial, pendidikan, ekonomi, dan pariwisata dua negara tersebut.
“Setelah mengunjungi kedua tempat tersebut, Tien Soeharto menginginkan agar di Indonesia terdapat suatu objek wisata yang mampu menggambarkan kebesaran dan keindahan Tanah Air Indonesia dalam bentuk mini di atas sebidang tanah yang cukup luas,” tulis Suradi H.P. dkk., dalam Sejarah Taman Mini Indonesia Indah.
4. Punya Maskot yang Diambil dari Tokoh Pewayangan
Baca Juga:Jelang Ramadan, Harga Enam Komoditas Pangan di Sumsel Ini Naik
Memiliki maskot bernama NITRA atau Anjani Putra yang diambil dari tokoh wayang Hanoman atau manusia setengah kera yang ada dalam kisah Ramayana.
Maskot "Taman Mini Indonesia Indah" ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991.
5, Pembangunan TMII Sempat Menuai Protes
Pembangunan TMII dulu sempat menuai protes dari beberapa pihak. Protes tersebut tak hanya datang dari mahasiswa, tetapi juga kalangan lain seperti kaum cendekiawan, teknokrat, serta pengusaha.
Penolakan tersebut datang karena meski berlabel 'mini', pembangunan TMII ternyata memerlukan biaya yang besar, yaitu sekitar Rp 10,5 miliar bahkan lebih.
Baca Juga:Warga Sumsel Boleh Buka Puasa Bersama, Jam Operasional Restoran Dibatasi
Banyak pihak yang menentang karena saat itu sebagian besar masyarakat Indonesia sedang dilanda masalah kemiskinan. Walau telah menemui aksi demonstrasi pembangunan TMII tetap diteruskan dan dilanjutkan.