alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Beras dan Rokok Sumbang Angka Kemiskinan Sumsel Saat Pandemi

Tasmalinda Selasa, 16 Februari 2021 | 16:30 WIB

Beras dan Rokok Sumbang Angka Kemiskinan Sumsel Saat Pandemi
Merokok. (Anadolu Agency/Aytac Una) Komoditas rokok dan beras sebagai penyumbang terbesar angka kemiskinan di Sumsel.

Komoditas beras dan rokok menjadi penyumbang pengaruh garis kemiskinan di Sumsel selama pandemi tahun 2020.

SuaraSumsel.id - Selama pandemi virus covid 19, angka kemiskinan Sumatera Selatan (Sumsel) meningkat 0,32 persen atau bertambah menjadi 12,98 persen. 

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilisnya menyebutkan jumlah kemiskinan pada September 2020 itu, naik sebanyak 38.700 ribu orang atau menjadi 1.196.500 jiwa.

Angka kemiskinan dan jumlah masyarakat ini meningkat dibandingkan bulan Maret 2020 dan dibandingkan pada bulan yang sama, tahun lalu. Jumlah masyarakat miskin itu meningkat saat pandemi covid 19 berlangsung di Sumsel yang dimulai pada akhir Maret 2020. 

"Angka peningkatan angka kemiskinan terjadi di Sumsel, selama periode enam bulan, yakni September 2020 dari Maret pada tahun yang sama," ujar Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Sumsel, Timbul P Silitonga dalam keterangan persnya yang berlangsung secara virtual.

Baca Juga: Epidemiolog Unsri Menilai Sumsel Belum Kompak Kendalikan Covid 19

Pekerja mengecek kualitas beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis(28/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pekerja mengecek kualitas beras Kamis(28/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dalam grafik analisanya, angka kemiskinan ini pun meningkatkan dibandingkan dua tahun terakhir. Pada tahun 2019, angka kemiskinan Sumsel pada bulan yang sama, yakni 12,56 persen sedangkan pada tahun 2018 sebesar 12,82 persen.

Angka kemiskinan di Sumsel sendiri lebih besar dipengaruhi komoditas makanan dibandingkan komoditas lainnya.  Pengaruh komoditas makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 74,49 persen.

"Tiga komoditas yang berpengaruh pada angka kemiskinan, di antaranya beras, rokok dan telur ayam," ucap Timbul.

Berdasarkan besaran kontribusinya, komoditas beras memberikan pengaruh 22,37 persen terhadap garis kemiskinan di pedesaan dan 16,87 persen kemiskinan di perkotaan.

Sedangkan rokok, memberikan pengaruh (kontribusi) 8,93 persen bagi masyarakat di pedesaan dan 12,27 persen bagi garis kemiskinan di perkotaan.

Baca Juga: Pembangunan Tanjung Carat Didukung DPD: Banyak Investor Datang ke Sumsel

Sementara telur ayam, memberikan kontribusi 4,02 persen bagi kemiskinan di pedesaan dan 4,41 persen bagi garis kemiskinan di perkotaan.

"Memang garis kemiskinan di masyarakat pedesaan di Sumsel lebih tinggi dibandingkan di perkotaan," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait