alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lima Daerah di Sumsel Ini Terima Vaksin Tahap Kedua

Tasmalinda Senin, 25 Januari 2021 | 20:18 WIB

Lima Daerah di Sumsel Ini Terima Vaksin Tahap Kedua
Vaksinator memperlihatkan vaksin COVID-19 Sinovac sebelum disuntikkan ke tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Lima waliyah ini terima vaksin tahap II.

SuaraSumsel.id - Sebanyak 23.200 dosis Vaksin Sinovac didistribusikan ke lima daerah penerima baru, serentak hari Senin (25/1/2021) ini sehingga total 59.000 dosis tahap pertama sudah selesai dan bersiap menerima tahap kedua.

Sebanyak 23.200 dosis vaksin itu didistribusikan ke Kabupaten Banyuasin (5.400 dosis), Ogan Ilir (4.000), Penukal Abab Lematang Ilir (2.520), Musi Banyuasin (6.360) dan Kota Prabumulih (4.920).

"Kelimanya terjadwal menjemput vaksin ke gudang vaksin Sumsel hari ini dari pukul 09.00 - 11.00 WIB, tapi masih ada sisa 1.800 dosis," ujar Kasi Survailans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri, Senin, seperti dilansir ANTARA.

Dinkes Sumsel bersiap menerima jatah vaksin tahap II sebanyak 38.000 dosis yang rencananya tiba pada Selasa malam (24/1/2021).

Baca Juga: Disuntik Vaksin, Bupati Rembang Abdul Hafidz: Lebih Sakit Ditampar Istri

Menurut ia, masih terdapat 10 kabupaten/kota yang belum menerima Vaksin Sinovac yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas (Mura), Empat Lawang, Muratara, Muara Enim, Lahat, Kota Pagaralam dan Lubuklinggau.

Pembagian vaksin ke daerah merupakan wewenang pemerintah pusat, selain itu vaksin yang telah didistribusikan masih diperuntukkan tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan.

Sementara dari sekitar 35.000 vaksin tahap I yang telah didistribusikan ke Kota Palembang dan OKI sejak 12 Januari, realisasi vaksinasi per 24 Januari 2021 baru mencapai 19,72 persen di Palembang serta 15,80 persen di OKI.

"Secara keseluruhan di Sumsel realisasinya baru 2.778 orang yang divaksin (5,81 persen)," kata Yusri menambahkan. [ANTARA}

Baca Juga: Heboh Foto Bayi Tewas karena Vaksin Covid Sinovac, Pemerintah: Hoaks!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait