alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar Gagal Divaksin Covid 19, Ini Penyebabnya

Tasmalinda Senin, 18 Januari 2021 | 11:04 WIB

Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar Gagal Divaksin Covid 19, Ini Penyebabnya
Bupati OKI, Iskandar saat memberikan keterangan pers [jepretan vicon]

Vaksinasi perdana serentak di Sumatera Selatan, berlangsung di Ogan Komering Ilir, hari ini (18/1/2021). Bupati Ogan Komering Ilir, Iskandar tak memenuhi indikator vaksinasi.

SuaraSumsel.id - Pelaksanaan vaksinasi perdana berlangsung di kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (18/1/2021). Pelaksanaan vaksin yang berlangsung pagi ini ini, menjadwalkan Bupati Ogan Ilir (OKI), Iskandar sebagai penerima vaksin perdana.

Hanya sayangnya, dari empat proses wawancara dan tahapan sebelum vaksinasi, Bupati Ogan Ilir, Iskandar tidak memenuhi syarat atau tidak indikator, di antaranya tekanan darah.

Selain Bupati Ogan Ilir, Iskandar, Ketua DPRD Ogan Ilir juga datang pada pelaksanaan vaksinasi perdana serentak di kabupaten Ogan Komering Ilir ini.

"Jika vaksinasi ini sifatnya bergelombang. Mungkin hari ini saya tidak bisa divaksin karena tekanan darah, saya akan menjadwal ulang," kata Bupati Ogan Ilir, Iskandar saat video konfrensi kepada awak media.

Baca Juga: Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia, Warganet Ramai Ucapkan Doa

Ketua DPRD Ogan Ilir, Abdiyanto Fikri setelah dilakukan pengecekkan kesehatan dan wawancara juga tidak memenuhi syarat atau indikator pelaksanaan vaksinasi pada hari Senin (18/1/2021) ini.

Pelaksanaan vaksinasi perdana serentak ini berlangsung di RSUD Kayuagung. Selain rumah sakit kayuagung, sebanyak 36 puskesmas di Ogan Komering Ilir juga melakukan vaksinasi, termasuk klinik milik TNI/Polri.

Selain Bupati Iskandar dan Ketua DPRD Ogan Ilir, Abdiyanto yang gagal divaksin, Kapolres Ogan Komering Ilir,  AKBP Alamsyah Pelupessy tidak dilakukan vaksinasi.

Hal itu dikarena Kapolres ialah seorang penyintas Covid 19, yakni orang-orang yang pernah terpapar covid 19.

Berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan disebutkan syarat atau indikator vaksinasi yang tidak bisa dilakukan antara lain dikarenakan tengah mengalami demam, seorang penyitas covid 19, ibu hamil, mereka yang memiliki riwiayat paru, hiperteroid, kanker, diabetes dan HIV.

Baca Juga: Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia, Ini Profil Lengkapnya

Vaksin tiba di OKI [dok kominfo OKI]
Vaksin tiba di OKI [dok kominfo OKI]

Vaksinasi perdana di kabupaten Ogan Komering Ilir ini pun disiarkan secara live bagi masyarakat yang ingin mengetahui proses vaksinasi.

Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi wilayah kedua setelah kota Palembang yang menggelar vaksinasi perdana serentak sinovac covid 19.

OKI mendapatkan alokasi 6.400 dosis alokasi vaksin tahap pertama yang kemudian akan dialokasikan pada tenaga kesehatan, kepolsiain dan mereka yang berhak sebagai penerima.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait