alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keluarga Penusuk Syekh Ali Jaber Turut Berduka: Beliau Orang Baik

Tasmalinda Kamis, 14 Januari 2021 | 13:53 WIB

Keluarga Penusuk Syekh Ali Jaber Turut Berduka: Beliau Orang Baik
Harapan Syekh Ali Jaber untuk Indonesia. (Youtube/Syekh Ali Jaber)

Keluarga penusuk Syekh Ali Jaber turut berduka cita.

SuaraSumsel.id - Pendakwah Indonesia asal Madinah, Syekh Ali Jaber tutup usia, Kamis (14/1/2021). Kesedihan dirasakan masyarakat baik yang langsung mengungkapkan doa dan mengucapkan turut berduka cita di media sosialnya.

Kabar wafatnya Syekh Ali Jaber cukup menggagetkan keluarga Alpin Andrian (24), terdakwa penusuk Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu.

Syech Ali Jaber pernah mengalami kejadian kriminalitas penusukkan saat berdakwah di Lampung.

Ia ditusuk oleh remaja Alpin Andrian saat menyampaikan dawah islam menghadiri pengajian dan wisuda Tahfiz Alquran di Masjid Falahudin, Jalan Tamin, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020) sore. 

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Pernah Perkuat Klub Legendaris NTB: Skill Diatas Rata-rata

Lokasi penusukan Syekh Ali Jaber. (Antara)
Lokasi penusukan Syekh Ali Jaber. (Antara)

Akibat penusukan itu, Syekh Ali Jaber mengalami luka di bagian lengan kanan. Polisi sudah menangkap Alpin Andrian.

Kasusnya kini sudah bergulir di pengadilan.

Meski demikian, keluarga pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, Alpin Andrian (AA) mengaku turut berbelasungkawa atas kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber, Kamis(14 /01/2021).

Cik Unah,  nenek dari Alpin Andrian, mengaku kaget saat mengetahui kabar meninggalnya Syekh Ali Jaber.

"Kita kaget tadi pagi lihat di televisi kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia. Begitu cepatnya Allah panggil orang baik seperti beliau itu, "kata Cik Unah saat ditemui di rumahnya, di Gang Kemiri, RT07, Lingkungan 1, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung,  Kamis (14/01/2021) seperti dilansir dari Suaralampung.id (Jaringan Suara.com)

Baca Juga: Irfan Hakim Sempat Ingin Donorkan Plasma Darah ke Syekh Ali Jaber

Cik Unah merasa sangat sedih dan sempat menangis melihat siaran di televisi berita adanya berita duka itu. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait