Dari segi kesehatan, kayu manis sering dijadikan obat tradisional sebagai suplemen makanan dan penangkal berbagai penyakit.
Penggunaan akan sangat bermanfaat jika dicampur madu, dapat mengobati penyakit radang sendi, gangguan kulit, jantung dan perut kembung.

Pala
Pala atau dikenal Myristica fragrans merupakan pohon dari keluarga Myristiceae yang tumbuh subur di kepulauan Banda, Maluku.
Baca Juga:Bioskop di Palembang Telah Dibuka, Berikut Daftar Film yang Diputar
Pada zamannya, jenis rempah ini memiliki nilai komoditi cukup tinggi sejak masa kerajaan Romawi.
Pala juga disebutkan dalam ensiklopedia karya Plinius (penulis, pengamat, filsuf serta komandan armada darat kekaisaran Romawi)
Sebelum dipasarkan, biji dijemur hingga kering setelah dipisah dari fulinya (cangkang terluar pala). Pengeringan ini memakan waktu enam hingga delapan minggu (dijemur secara tradisional).
Bagian dalam biji akan menyusut dalam proses ini dan akan terdengar bila biji digoyangkan. Cangkang biji terdalam akan pecah dan bagian dalam biji dijual sebagai pala.
Jenis rempah ini mengandung minyak atsiri 7-14%. Minyak ini dipakai sebagai campuran parfum atau sabun. Sedangkan pala dalam bentuk bubuk sering dipakai sebagai penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran dan minuman penyegar (misalnya Eggnog, minuman manis khas Eropa).
Baca Juga:Jelang Musim Hujan, Warga Palembang Harus Waspadai Pohon Tumbang
Selain itu, tanaman pala kaya akan manfaat, diantaranya buah pala yang terdiri dari kulitnya dapat dijadikan bahan tambahan obat pengusir nyamuk, dagingnya yang mengandung banyak nutrisi dapat dijadikan bahan dasar pembuatan berbagai jenis makanan dan minuman dan daunnya sering dijadikan sebagai bahan utama pembuatan minyak atsiri.