Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Setelah Jembatan Penghubung Pulau, Sumsel Target Pelabuhan Tanjung Carat

Tasmalinda Selasa, 29 September 2020 | 21:00 WIB

Setelah Jembatan Penghubung Pulau, Sumsel Target Pelabuhan Tanjung Carat
Gubernur Herman Deru saat memberikan keterangan pers kepada awak media (ANTARA)

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan pembangunan Tanjung Carat.

SuaraSumsel.id - Setelah sepakat mengenai titik pembangunan jembatan penghubung antar pulau, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tengah mengembangkan potensi pesisir timur, dengan prioritas bersiap membangun pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin.

Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang mengatakan prioritas pembangunan pelabuhan Tanjung Carat sudah disampaikan ke pihak yang berkepentingan (stakeholder) termasuk pemilik lahan dan BUMD Pemprov Sumsel PT Sriwijaya Mandiri Sumsel dan BUMD Pemkab Banyuasin PT Sei Sembilang.

“Prioritaskan dulu pelabuhannya, baru bicara aktivitasnya,” kata Herman Deru setelah rapat dengan stakeholder di antaranya Bupati Banyuasin Askolani dan pemilik lahan kawasan Ryamizard Ryacudu, seperti yang dilansir dari Antara, Selasa (29/9/2020).

Ia mengatakan langkah membangun pelabuhan itu dapat dimulai pada 2021 karena mendapatkan persetujuan pemilik lahan, dalam hal ini diwakili PT Tri Patria.

Selain itu, dukungan juga sudah diberikan Pemkab Banyuasin yang memberikan persetujuan pemanfaatan lahan tersebut dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai kawasan industri.

“Nanti pelabuhannya bisa dibangun, misal masuk dalam Proyek Strategi Nasional, atau Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau swasta murni, bisa juga bermitra karena ini butuh dana triliunan,” kata dia.

Sementara itu Direktur PT SMS Sarimuda mengatakan keputusan untuk lebih mengutamakan pembangunan pelabuhan itu lantaran produk yang dihasilkan KEK itu tidak mungkin diangkut di Pelabuhan Boom Baru Palembang.

“Ingin pelabuhan dulu agar hasil industri yang dibuat di KEK bisa diangkut. Di Boom Baru kan tidak bisa, karena kapasitasnya,” kata dia.

Ia mengungkapkan pembangunan pelabuhan di Tanjung Carat itu sangat mungkin dilakukan karena berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan PT Pelindo sudah dinyatakan layak terkait kedalaman dan lainnya.

“Namun ada kemungkinan dilakukan studi ulang untuk mengetahui kondisi terkini, karena tahun 2021 ditargetkan jalan,” kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait