Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Sosial kota Palembang, Heri Aprian mengungkapkan pemerintah belum menyediakan bantuan khusus bagi masyarakat transgender atau transpuan selama pandemi saat ini hanya selama ini pemerintah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.
"Secara khusus untuk transpuan memang belum ada. Jika Pemerintah Daerah (Pemda) memberikan bantuan terdampak covid 19 maka secara umum saja,”ujarnya dihubungi pekan lalu.
Merangkul Lebih Banyak Transpuan
Meski demikian, solidaritas antar transpuan terus dibangun. Melalui organisasi Masyarakat Keluarga Gotong Royong (MKGR) Himpunan Waria di Sumsel, solidaritas antar transpuan makin dieratkan.
Baca Juga:Dipukul Pandemi Corona, Kuta Bali Bak Kota Mati, Sangat Sepi
Seperti pada pertengahan April lalu, himpunan waria berdonasi bagi transpuan yang membutuhkan. Donasi dikumpulkan berdasarkan region atau asal tempat tinggal dari anggota himpunan waria.
Di mana, pengurus organisasi membagi wilayah pengumpulan donasi menjadi seberang hulu dan hilir kota Palembang.
“Pengumpulan dan pembagian donasi dibagi berdasarkan tempat tinggal. Donasi dibelikan sembako lalu diserahkan kepada transpuan lanjut usia,” ujar Ketua MKGR Himpunan Waria Sumsel, Heri.
Bantuan berupa sembako dinilai lebih tepat diberikan kepada transpuan yang membutuhkan. Pada pengumpulan donasi itu terkumpul 44 paket sembako yang dibagikan rata berdasarkan data peregionnya.
Selain bantuan sembako, pengumpulan donasi juga berlanjut saat zakat fitrah sebelum idul fitri lalu. Sembako yang dikumpulkan berupa beras yang menjadi ibadah zakat para transpuan beragama islam.
Baca Juga:Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Gubernur Kepri Minta Maaf
“Di keanggotaa kami, ada waria lanjut usia yang dititip ke panti jompo karena tidak punya keluarga. Para transpuan seperti ini yang menjadi prioritas penerima bantuan,” katanya.