“Bantuan yang diterima cendrung bersifat personal bukan secara organisasional. Kelengkapan organisasi yang mengakibatkan bantuan pemerintah juga tidak banyak diperoleh,” ungkapnya.
Berusaha Menepis Diskriminasi
Bagi Mak, transpuan di Palembang yang telah berusia 56 tahun mengenalkan diri sebagai transpuan bukan lagi persoalan baginya. Berprofesi sebagai pemilik salon di daerah Suka Bangun Palembang mengakibatnya memiliki pengalaman mengenal transpuan lainnya.
Menurut ia, diskriminasi yang terjadi karena pengetahuan masyarakat yang kurang mengenal transpuan. Sehingga untuk mengenalkan bagaimana transpuan maka perlu lebih banyak berkarya dan bermanfaat.
Baca Juga:Dipukul Pandemi Corona, Kuta Bali Bak Kota Mati, Sangat Sepi
Pengurus Masyarakat Keluarga Gotong Royong (MKGR) Sumsel ini menuturkan organisasinya mulai mengenalkan transpuan dengan beragam kegiatan sosial. Berbagai kegiatan sosial yang pernah dilakukannya seperti pelatihan keahlian, kegiatan sosial di lapas anak, serta menggalang donasi bagi korban tanah longsor di Lahat dan korban kebakaran di Palembang.
“Dengan hal-hal bermanfaat, tentu orang juga akan menilai karya dan manfaat keberadaan transpuan tersebut,” katanya.
Ketua MKGR Himpunan Waria Sumsel Heri menambahkan, jika ia pun memahami jika masih ada transpuan berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK). Meski tidak langsung melarang, ia mengajak agar para transpuan bisa beralih profesi.
Pada tahun 1990-an, di Sumsel terutama kota Palembang masih banyak ditemui transpuan yang berprofesi sebagai waria jalanan. Lambat laun, jumlah waria jalanan makin berkurang.
“Cuba bandingkan sudah jarang ada waria jalanan. Lihat saja, di beberapa tempat yang dahulu terkenal sebagai kawasan tersebut, sekarang sudah berkurang,” ungkapnya.
Baca Juga:Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Gubernur Kepri Minta Maaf
Pengorganisasian dengan mengajak para waria lebih berkeahlian menjadi visi para pengurus himpunan waria. Hal ini pula yang terus dikampayekan kepada pemerintah dan masyarakat agar tidak terjebak pada hal-hal diskriminatif kepada kalangan transpuan.