Minoritas yang Bersolidaritas

Terik matahari yang menyengat siang ini makin mempekeruh suasana hati Agus Salim, Minggu (30/8) lalu. Raut mukannya nampak lesu karena salon yang diusahakannya sepi pengunjung di akhir pekan.

Tasmalinda
Jum'at, 04 September 2020 | 08:03 WIB
Minoritas yang Bersolidaritas
Agus Salin, transpuan di Palembang yang menceritakan bagaimana pandemi telah mempengaruhi pendapatan bisnis salon yang telah dirintisnya selama hampir 40 tahun terakhir.

Menjabat sebagai Ketua MKGR Himpunan Waria di akhir 2019 lalu, Heri meneguhkan keinginan semakin banyak merangkul transpuan di Sumsel.

Ia menyatakan jika transpuan di Sumsel hampir sama dengan provinsi lainnya. Kehidupan yang dijalani juga sama seperti halnya kehidupan masyarakat pada umumnya, hanya saja terdapat situasi tertentu yang kadang membedakan.

Usai terpilih sebagai ketua di tingkatan provinsi, ia pun berkeinginan agar kepengurusan di tingkat kota dan kabupaten makin tumbuh.

“Kami ingin mengajak lebih banyak transpuan agar mengorganisasikan diri, bersolidaritas dan meningkatkan keterampilan. Dengan latar belakang yang berbeda, para transpuan berkeinginan agar bisa bermanfaat bagi lainnya,” bebernya.

Baca Juga:Dipukul Pandemi Corona, Kuta Bali Bak Kota Mati, Sangat Sepi

Penolakan karena status transpuan, sambung Heri pernah dialaminya. Sejak lahir dan dibesarkan oleh orang tua berprofesi sebagai tenaga pendidik, Ia selalu diajarkan dekat kepada keluarga.

“Saya tidak memilih pergi, atau meninggalkan keluarga atas pilihan sebagai transpuan. Saya terbuka, menceritakan apa yang terjadi pada diri saya. Apapun yang saya rasakan, saya ungkapkan,” ujarnya

Dengan dekat dan terbuka antara satu dengan lainnya, akan semakin tumbuh rasa kekeluargaan.

Di himpunan waria sendiri, semangat kekeluargaan ditumbuhkan melalui agenda rutin bulanan, seperti arisan. Aktivitas berkumpul tersebut menjadi momentum agar semua anggota saling bercerita, membagikan informasi, memberi kabar antara satu dengan lainnya.

“Dari uang arisan juga disisihkan guna kas organisasi guna kegiatan produktif. Selain arisan, pengurus saling merayakan ulang tahun. Semua moment kegiatan kami bagikan dalam group agar bisa diketahui oleh pengurus lainnya,” ungkap ia.

Baca Juga:Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Gubernur Kepri Minta Maaf

Heri mengatakan jumlah transgander terutama transpuan di Sumsel cukup besar namun pengorganisasiannya belum maksimal. Hal ini mengakibatkan kelengkapan organisasi cendrung tidak terpenuhi, sehingga berimbas pada penyaluran bantuan dari pemerintah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini