- Universitas Sriwijaya meluncurkan program Bioenergi Ganesha untuk mengolah limbah pertanian di Desa Ganesha Mukti, Banyuasin, Sumatera Selatan.
- Peluncuran program yang menerapkan konsep zero waste tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 26 Oktober 2026.
- Program ini memperkenalkan teknologi mesin briket dan pirolisis guna mengubah limbah menjadi energi serta produk bernilai ekonomi.
SuaraSumsel.id - Di desa yang kelapanya tumbuh melimpah, panen tidak selalu berakhir dengan keuntungan. Ada bagian yang tertinggal setelah buah dipetik dan diolah yakni tempurung keras, sabut berserat, hingga sekam dari hasil penggilingan padi.
Selama ini, sisa-sisa tersebut kerap berakhir sebagai tumpukan limbah yang belum termanfaatkan. Namun, di Desa Ganesha Mukti, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sisa pertanian itu mulai mendapat kehidupan baru.
Tempurung kelapa, sabut, dan sekam tidak lagi semata-mata dipandang sebagai sampah, tetapi sebagai bahan baku yang berpotensi menghasilkan energi sekaligus nilai ekonomi.
Perubahan cara pandang tersebut diperkenalkan Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui program Bioenergi Ganesha. Program ini diluncurkan dalam kegiatan Pamit Desa, sekaligus penutupan program Land4Lives di tingkat desa, yang berlangsung di Kantor Desa Ganesha Mukti, Senin (26/10/2026).
Melalui program tersebut, Unsri memperkenalkan sejumlah teknologi pengolahan limbah pertanian agar masyarakat dapat memanfaatkan potensi sumber daya yang selama ini belum tergarap optimal.
Limbah yang Menunggu Jawaban
Persoalan limbah pertanian bukan hal asing bagi masyarakat pedesaan. Di wilayah penghasil kelapa dan padi, sisa produksi sering kali menumpuk tanpa pengelolaan yang memadai. Padahal, sebagian material tersebut masih memiliki potensi untuk diolah kembali.
Dosen Universitas Sriwijaya, Santa Maria Lumbantoruan mengatakan program Bioenergi Ganesha berangkat dari persoalan limbah yang ditemukan di lingkungan masyarakat, terutama tempurung dan sabut kelapa serta sekam padi.
Dari persoalan tersebut, tim Unsri kemudian menghadirkan sejumlah teknologi dan inovasi yang dirancang untuk membantu masyarakat mengolah limbah menjadi produk bernilai guna.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Gandeng Unsri Cetak Talenta Unggul, Perkuat Literasi Keuangan
“Ada sejumlah teknologi dan inovasi yang kami gunakan, yang kemudian diaplikasikan nantinya oleh Masyarakat diantaranya mesin cocopeat, mesin pirolisis, mesin briket dan mesin granul” kata Mulyadi selaku ketua tim kegiatan bioenergi ganesha.
Pendekatan yang digunakan dalam program ini mengarah pada konsep zero waste atau sebisa mungkin minim limbah. Prinsipnya, material sisa dari suatu proses produksi tidak langsung dibuang, tetapi dicari kemungkinan pemanfaatannya agar kembali memberikan manfaat.
Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unsri, Prof. Susilawati, M.Si., mengatakan potensi sumber daya lokal di Ganesha Mukti menjadi alasan penting pengembangan program tersebut.
“Kita tahu di desa ini banyak limbah buah kelapa, dan inilah program berdampak,” ujarnya.
Selain kelapa, desa ini juga memiliki potensi pertanian jagung dan persawahan yang menghasilkan sekam sebagai salah satu residu produksi. Dengan mengolah berbagai jenis limbah tersebut, program Bioenergi Ganesha diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih menyeluruh.
“Sehingga benar-benar zero waste,” kata Susilawati.
Tag
Berita Terkait
-
Bank Sumsel Babel Gandeng Unsri Cetak Talenta Unggul, Perkuat Literasi Keuangan
-
Gita Wirjawan dan Luky A. Yusgiantoro Bicara Masa Depan Hulu Migas di Unsri
-
Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
-
Diduga Rekam Mahasiswi saat PKKMB Unsri, Dua Mahasiswa Dilaporkan ke Polisi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak