- PT Bukit Asam merencanakan proyek hilirisasi batu bara di Tanjung Enim untuk memproduksi 1,4 juta ton dimethyl ether per tahun guna mengurangi impor LPG nasional.
- Proyek coal-to-DME yang masuk dalam daftar hilirisasi nasional tahap II tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027 mendatang.
- PT Bukit Asam juga mengembangkan diversifikasi lahan pascatambang di Tanjung Enim menjadi kawasan wisata produktif untuk mempersiapkan perekonomian masa depan.
Besarnya substitusi tersebut menjadi alasan DME ditempatkan dalam agenda ketahanan energi. Indonesia masih mengandalkan impor untuk sebagian besar kebutuhan LPG. Pada April 2026, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut konsumsi LPG nasional sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya sekitar 1,6–1,7 juta ton.
Dalam struktur tersebut, DME Tanjung Enim dirancang untuk mengambil sebagian ruang yang selama ini dipenuhi produk impor. Namun proyeknya membutuhkan industri pendukung.
Kawasan yang disiapkan PTBA berada di Bukit Asam Coal Based Industrial Estate. Area industri tersebut sekitar 585 hektare, dengan sekitar 164 hektare untuk fasilitas DME. Proyek membutuhkan utilitas, listrik, air, logistik, rekayasa, konstruksi, laboratorium, bahan kimia, otomasi dan tenaga kerja berkeahlian khusus.
Sebagian peralatan utama masih harus didatangkan dari luar negeri. Karena itu, PTBA mengajukan kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus untuk memperoleh fasilitas investasi, termasuk tax holiday.
Di titik ini, ukuran hilirisasi tidak hanya berada pada jumlah DME yang keluar dari pabrik.
Ada pertanyaan mengenai berapa banyak industri pendukung yang dapat tumbuh di sekitarnya dan berapa besar nilai tambah yang tetap berada di dalam negeri.
Sawahlunto sudah menghadapi hari setelah tambang Jika China menunjukkan fase ketika batu bara masuk lebih jauh ke industri, Sawahlunto menunjukkan fase ketika tambang tidak lagi menjadi pusat ekonomi kota.
Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto dibangun sebagai sistem pertambangan terpadu. Kawasan itu mencakup tambang, fasilitas pengolahan, kota tambang, jalur kereta api sepanjang 155 kilometer, dan pelabuhan. UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Dunia pada 2019.
Komponen pertambangan di kawasan tersebut kini tidak lagi digunakan seperti masa produksinya. UNESCO mencatat Sawahlunto mengembangkan heritage tourism sebagai aktivitas ekonomi utama seiring menurunnya pertambangan. Sejumlah fasilitas tambang juga diarahkan untuk penggunaan baru.
Baca Juga: PTBA Dorong Kemandirian Kelompok Binaan lewat Penguatan Kepemimpinan
Transformasi itu tidak cukup dengan mempertahankan bangunan.
UNESCO menempatkan pengembangan fasilitas wisata, pengalaman pengunjung, konservasi dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal sebagai bagian dari strategi pengelolaan kawasan. PTBA masih terlibat dalam pemanfaatan aset warisan tambang tersebut. Perusahaan merevitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin setelah kebakaran dan mengalokasikan sekitar Rp22 miliar untuk revitalisasinya.
Sawahlunto juga terus mengembangkan kunjungan wisata berbasis warisan tambang. Tetapi pengalaman kota ini menunjukkan bahwa perubahan fungsi aset tidak otomatis mengubah struktur ekonomi.
Penelitian tentang ekosistem pariwisata pascatambang Sawahlunto yang terbit pada 2026 mencatat kunjungan wisatawan meningkat 505 persen dalam empat tahun. Namun kontribusi akomodasi serta makanan dan minuman terhadap PDRB belum berubah secara berarti. Penelitian tersebut memperkirakan nilai tambah sekitar Rp890 ribu per kunjungan pada 2025.
Data itu menunjukkan satu persoalan penting: jumlah pengunjung dan nilai ekonomi yang tinggal di daerah merupakan dua ukuran berbeda.
Tanjung Enim mulai sebelum tambang berakhir dan belum berada pada fase Sawahlunto.
Tag
Berita Terkait
-
PTBA Dorong Kemandirian Kelompok Binaan lewat Penguatan Kepemimpinan
-
CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata
-
Rumah BUMN Bukit Asam Dorong Kreativitas Masyarakat lewat Pelatihan Lilin Aromatik Bernilai Usaha
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
PTBA Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Dari Ruang Kerja, Pekerja Kilang Plaju Lahirkan 180 Inovasi
-
Belajar Mengelola Lahan Tanpa Membakar di Desa Gambut
-
Sidang Roy Suryo, Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan dan Mata Kuliah Pilihan di UGM
-
20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan
-
UIN Raden Fatah Gandeng Alunjiva dan Kedutaan Inggris Gelar Workshop AI for Journalism