Tasmalinda
Kamis, 10 September 2026 | 23:20 WIB
Peserta pelatihan pembuatan lilin aromatik berbentuk kue berfoto bersama di Rumah BUMN Bukit Asam.
Baca 10 detik
  • Rumah BUMN Bukit Asam menggelar pelatihan pembuatan lilin aromatik berbentuk kue untuk masyarakat Tanjung Enim.
  • Sebanyak 20 peserta terpilih mengikuti kegiatan interaktif tersebut guna meningkatkan kreativitas dan keterampilan produktif.
  • PT Bukit Asam Tbk berharap pelatihan ini mampu membuka peluang usaha dan menciptakan produk bernilai tambah.

SuaraSumsel.id - Kreativitas dapat menjadi awal lahirnya produk bernilai tambah hingga membuka peluang usaha baru. Berangkat dari semangat tersebut, Rumah BUMN Bukit Asam mengajak masyarakat mengembangkan keterampilan melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik dengan kreasi unik berbentuk kue.

Kegiatan bertajuk “Boost Your Creativity!” tersebut menjadi bagian dari upaya PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, dalam mendorong pengembangan kreativitas dan keterampilan produktif masyarakat.

Sebanyak 20 peserta terpilih mengikuti pelatihan yang digelar di Rumah BUMN Bukit Asam. Tidak sekadar belajar membuat kerajinan, peserta juga diajak melihat potensi pengembangan produk kreatif yang memiliki nilai estetika, fungsi, hingga peluang ekonomi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan lilin aromatik. Mulai dari pembentukan lilin, pemilihan warna dan desain, hingga pemberian aroma.

Konsep lilin berbentuk kue dipilih untuk menghasilkan produk yang menarik secara visual, memiliki nilai dekoratif, sekaligus dapat dikembangkan menjadi produk kreatif dengan nilai tambah.

Micro & Small Enterprise Funding Section Head PTBA, Weny Yuliastuti, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan mengeksplorasi berbagai peluang usaha dari kreativitas.

“Melalui pelatihan pembuatan lilin aromatik ini, kami berharap peserta tidak berhenti pada keterampilan yang diperoleh selama kegiatan, tetapi dapat terus mengeksplorasi ide dan mengembangkan karya yang telah dibuat. Dengan kreativitas dan inovasi, produk sederhana dapat memiliki nilai tambah serta berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujar Weny.

Menurutnya, inovasi menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan produk yang memiliki daya tarik dan mampu menjawab kebutuhan pasar.

Karena itu, peserta tidak hanya didorong menguasai keterampilan teknis pembuatan lilin aromatik, tetapi juga melihat peluang pengembangan produk dari berbagai sisi, mulai dari desain, kemasan, inovasi, hingga strategi pemasaran.

Baca Juga: Sultan Muda Goes to OKU Timur, Dorong UMKM Melek Keuangan dan Akses Pembiayaan

Dari Kreativitas Menjadi Produk Bernilai Tambah

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam proses pembuatan karya secara mandiri. Para peserta juga diajak mengeksplorasi berbagai ide melalui pemanfaatan bahan dan teknik sederhana.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat bahwa sebuah keterampilan kreatif dapat terus dikembangkan melalui inovasi produk dan penyesuaian terhadap kebutuhan pasar.

Weny menambahkan, Rumah BUMN Bukit Asam terus berupaya menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan produktif.

“Pelatihan ini diharapkan dapat membuka wawasan peserta terhadap pengembangan produk bernilai tambah yang selanjutnya dapat dikembangkan melalui variasi desain, inovasi produk, maupun strategi pemasaran,” katanya.

Melalui berbagai program pengembangan kapasitas masyarakat, PTBA terus mendorong lahirnya kreativitas yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Load More