- Menko Polkam Djamari Chaniago meminta data karhutla antarlembaga konsisten dalam rapat virtual pada 15 September 2026.
- BNPB mencatat total akumulasi luas lahan terbakar di Sumatera Selatan mencapai 6.552,31 hektare hingga September 2026.
- Satgas gabungan mengerahkan ribuan personel dan helikopter untuk memadamkan sisa 84,25 hektare lahan terbakar.
Menurut data yang disampaikan dalam rakor, Sumsel menghadapi minimnya awan hujan karena tidak terdapat bibit hujan sejak 12 September 2026.
Kondisi tersebut dapat menyulitkan upaya pemadaman melalui operasi udara yang membutuhkan dukungan kondisi cuaca tertentu.
Meski demikian, jarak pandang di Sumsel dilaporkan berada pada kisaran 4 hingga 8 kilometer, sementara aktivitas penerbangan secara umum masih relatif normal.
Pemerintah tidak hanya mengandalkan operasi udara. Dalam bahan rakor disebutkan, Satgas Karhutla mengerahkan 11.026 personel satgas darat, dua unit pesawat patroli/OMC satgas udara serta tujuh unit helikopter water bombing.
Kekuatan tersebut dikerahkan untuk mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas. Namun, besarnya jumlah personel dan peralatan tidak otomatis menyelesaikan persoalan apabila titik api sulit dijangkau atau kondisi cuaca tidak mendukung.
Karena itu, operasi darat dan udara diposisikan sebagai dua pendekatan yang saling melengkapi.
Rakor 15 September tidak hanya menghasilkan instruksi memperkuat operasi. Ada target konkret yang perlu dilihat hasilnya: 84,25 hektare sisa area terbakar yang ditargetkan selesai dipadamkan pada hari tersebut.
Pertanyaan tersebut relevan karena Menko Polkam sendiri meminta agar data penanganan karhutla dirangkum secara tepat, konsisten dan disampaikan kepada masyarakat.
Bukan Sekadar Memadamkan Api
Baca Juga: Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam
Dengan total akumulasi luas lahan terbakar yang mencapai 6.552,31 hektare, persoalan karhutla Sumsel tidak berhenti pada pemadaman titik api hari ini.
Pemerintah harus memastikan penanganan di lapangan berjalan bersamaan dengan pemantauan titik panas, pengendalian sumber api dan keterbukaan data.
Sementara itu, angka 84,25 hektare menjadi salah satu indikator jangka pendek yang dapat digunakan publik untuk melihat apakah operasi gabungan benar-benar berhasil mencapai target.
Pada akhirnya, angka karhutla bukan sekadar statistik. Di balik setiap hektare lahan yang terbakar terdapat persoalan asap, kesehatan, lingkungan dan ruang hidup masyarakat.
Karena itu, ketika pemerintah menyatakan penanganan terus diperkuat, publik juga berhak mengetahui berapa luas yang sudah berhasil dipadamkan, berapa yang masih terbakar, dan apakah angka tersebut benar-benar turun dari hari ke hari.
Berita Terkait
-
Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi