Tasmalinda
Selasa, 15 September 2026 | 18:22 WIB
Pengendara melintas di jalan lingkar selatan Palembang-Banyuasin yang tertutup kabut asap di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Palembang belum memastikan tanggal berakhirnya Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa akibat kualitas udara yang fluktuatif.
  • Wali Kota Palembang menyatakan kebijakan sekolah tatap muka bergantung pada pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara dan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
  • Dinas Pendidikan mempertimbangkan kebijakan fleksibel serta opsi perubahan jam masuk sekolah berdasarkan kondisi udara di masing-masing wilayah.

SuaraSumsel.id - Orang tua siswa di Palembang masih harus bersabar. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk siswa TK, SD hingga SMP belum bisa dipastikan kapan berakhir karena kualitas udara akibat kabut asap masih berubah-ubah.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan keputusan untuk mengembalikan pembelajaran tatap muka tidak bisa hanya berdasarkan satu kali pengukuran kualitas udara. Pemerintah akan melihat perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sekaligus kondisi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak. “ISPU tidak sehat 174, di mana pada pagi hari sangat tidak sehat. Makanya kita akan kaji dari ISPU, dari ISPA sehingga akan menjadi kebijakan akan datang seperti apa kelanjutannya,” kata Ratu Dewa, Selasa (15/9/2026).

Jadi, kapan anak boleh kembali sekolah?

Untuk saat ini belum ada tanggal pasti kapan siswa TK, SD dan SMP di Palembang kembali belajar tatap muka. Pemkot Palembang masih melihat perkembangan kualitas udara dari waktu ke waktu. Kondisi pada pagi hari juga menjadi perhatian karena kualitas udara dapat berubah sepanjang hari.

Ratu Dewa menyebut kondisi ISPU masih fluktuatif, bahkan dapat bergerak dari kategori tidak sehat hingga mendekati berbahaya. Karena itu, pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka kembali sekolah ketika kondisi udara belum benar-benar stabil.

Artinya, berakhirnya PJJ bukan berdasarkan hitungan berapa hari sejak aturan diterapkan, melainkan menunggu kondisi lingkungan dan kesehatan anak lebih aman.

ISPU di bawah 200 jadi salah satu patokan

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Palembang Saiful Fadly menyebut sekolah dapat kembali normal apabila kualitas udara di wilayah sekolah menunjukkan ISPU di bawah 200. “Kalau kualitas udara di wilayah tersebut di bawah 200 pada hari tersebut, sekolah bisa normal lagi,” kata Saiful.

Namun, angka tersebut bukan berarti seluruh sekolah di Palembang otomatis langsung melakukan pembelajaran tatap muka.

Baca Juga: Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Kondisi udara di sekitar masing-masing sekolah tetap menjadi pertimbangan. Ini membuka kemungkinan adanya perbedaan kebijakan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya apabila kualitas udara tidak merata.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Affan Prapanca juga mengatakan evaluasi dilakukan dengan melihat kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Menurutnya, ada wilayah sekolah yang kondisi udaranya tidak separah kawasan lainnya. Sekolah yang berada di lokasi dengan kualitas udara lebih baik berpeluang mendapatkan izin untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas apabila persyaratan terpenuhi.

Dengan pola tersebut, kebijakan PJJ ke depan berpotensi menjadi lebih fleksibel.

Sekolah di kawasan dengan kualitas udara masih buruk tetap menjalankan pembelajaran dari rumah, sementara sekolah di wilayah yang dinilai lebih aman dapat dipertimbangkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Bukan hanya melihat angka ISPU
Persoalan kesehatan anak juga menjadi pertimbangan penting.

Load More