- Kementerian Kesehatan RI mengimbau orang tua untuk melindungi anak-anak dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
- Dampak kabut asap membuat anak-anak harus membatasi aktivitas di luar ruangan dan berisiko merasa bosan di dalam rumah.
- Artikel ini menyajikan sepuluh ide aktivitas seru di dalam rumah agar anak tetap aktif dan terhibur.
SuaraSumsel.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membuat aktivitas anak di luar rumah perlu dibatasi, terutama ketika kualitas udara memburuk. Kondisi ini kerap menjadi tantangan bagi orang tua karena anak tetap membutuhkan kegiatan selama lebih banyak berada di dalam rumah.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr Then Suyanti, mengingatkan anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih saat terjadi kabut asap karena paru-paru dan sistem kognitif mereka masih dalam tahap perkembangan. Masyarakat pun diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
Bagi orang tua, membatasi waktu bermain di luar rumah tidak harus berarti membiarkan anak menghabiskan waktu di depan layar. Sejumlah aktivitas sederhana dapat menjadi pilihan untuk membuat anak tetap bergerak, berkreasi dan berinteraksi dengan anggota keluarga.
Berikut 10 aktivitas yang dapat dilakukan anak di rumah saat aktivitas luar ruangan dibatasi akibat kabut asap.
1. Membuat Kemah Mini
Selimut, kursi dan bantal dapat dimanfaatkan untuk membuat kemah sederhana di ruang keluarga atau kamar. Anak dapat membawa buku cerita dan mainan favoritnya untuk menciptakan suasana bermain yang berbeda.
2. Berburu Harta Karun
Orang tua dapat menyembunyikan benda di beberapa sudut rumah dan memberikan petunjuk sesuai usia anak. Permainan ini membuat anak bergerak sekaligus berpikir untuk memecahkan petunjuk yang diberikan.
3. Memasak Bersama
Kegiatan sederhana seperti menghias roti, membuat sandwich, mencampur buah atau puding dapat dilakukan bersama. Anak dapat diberi tugas ringan sesuai usia dengan tetap berada dalam pengawasan orang tua.
4. Menggambar dengan Tema
Beri anak tema tertentu, seperti rumah impian, tempat yang ingin dikunjungi atau hewan peliharaan imajinatif. Setelah selesai, ajak anak menceritakan gambar yang dibuat agar aktivitas tidak berhenti pada proses menggambar.
5. Eksperimen Sederhana
Kegiatan seperti mengamati benda tenggelam dan mengapung, mencampur warna, mengamati es mencair atau menanam kacang hijau dapat menjadi pilihan. Pastikan bahan dan kegiatan yang digunakan aman untuk anak.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
6. Membuat Pertunjukan Keluarga
Anak dapat membuat pertunjukan sederhana berupa menyanyi, menari, bermain peran atau bercerita. Aktivitas ini bisa dilakukan bersama anggota keluarga tanpa memerlukan peralatan khusus.
7. Senam atau Menari di Dalam Rumah
Aktivitas fisik ringan tetap dapat dilakukan di dalam rumah dengan menyesuaikan ruang yang tersedia. Senam, menari atau permainan mengikuti gerakan dapat menjadi pilihan agar anak tidak hanya duduk selama berada di rumah.
8. Bermain Permainan Keluarga
Puzzle, kartu, tebak kata atau permainan papan dapat menjadi kegiatan bersama. Permainan sederhana tanpa alat, seperti tebak profesi atau "siapa aku", juga bisa menjadi alternatif.
9. Membuat Video Pendek
Anak yang lebih besar dapat diajak membuat cerita pendek menggunakan kamera ponsel. Mereka dapat menentukan cerita, tokoh dan alur sederhana, kemudian menonton hasilnya bersama keluarga.
10. Membaca dan Bercerita
Waktu membaca dapat dilakukan bersama, kemudian dilanjutkan dengan diskusi ringan mengenai cerita yang dibaca. Orang tua dapat menanyakan tokoh favorit atau bagian yang paling menarik untuk mendorong anak bercerita.
Kemenkes juga mengingatkan perlunya perhatian khusus terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak, ketika terjadi karhutla dan kabut asap. Karena itu, orang tua dapat menyesuaikan kegiatan anak dengan kondisi lingkungan tanpa menghentikan kebutuhan mereka untuk tetap aktif dan berinteraksi.
Berita Terkait
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Kabut Asap Kian Pekat, Tol Palembang-Prabumulih Ditutup Sehari Usai Kecelakaan Beruntun
-
Jarak Pandang Tinggal 2 Meter akibat Kabut Asap, Bus DAMRI dan ALS Tabrakan di Tol Palindra
-
Update! 25 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Dibatalkan akibat Erupsi Anak Krakatau
-
623 Titik Panas Terpantau di Sumsel, 317 Masih Diverifikasi Polda
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata
-
Sultan Muda Goes to OKU Timur, Dorong UMKM Melek Keuangan dan Akses Pembiayaan
-
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Peduli Masyarakat Sungai Rebo, Salurkan PMT dan Edukasi Parenting
-
Rumah BUMN Bukit Asam Dorong Kreativitas Masyarakat lewat Pelatihan Lilin Aromatik Bernilai Usaha
-
Paket Pernikahan Ciatok di Wyndham Opi Hotel Palembang Mulai Rp4,8 Juta per Meja