- Kecelakaan beruntun melibatkan Bus ALS dan Bus DAMRI terjadi di Tol Palindra, Sumatera Selatan, pada Sabtu, 5 September 2026 pagi.
- Peristiwa tersebut dipicu oleh jarak pandang yang hanya tersisa sekitar dua meter akibat kabut asap pekat serta kendaraan depan yang mengurangi kecepatan.
- Insiden tabrakan beruntun di jalan tol ini mengakibatkan 14 orang mengalami luka-luka dan tidak ada laporan korban jiwa.
SuaraSumsel.id - Kabut asap pekat yang menyelimuti ruas Tol Palembang-Indralaya atau Tol Palindra diduga menjadi faktor yang memperburuk kondisi saat kecelakaan beruntun terjadi. Jarak pandang bahkan disebut hanya tersisa sekitar 2 meter sebelum Bus DAMRI dan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) terlibat tabrakan.
Kecelakaan beruntun itu terjadi di Tol Palindra, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026) pagi. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 14 orang mengalami luka-luka, sementara seluruh penumpang Bus ALS dilaporkan selamat.
Sopir Bus ALS, Hartono, mengungkap kondisi kabut asap saat itu membuat pandangannya ke arah depan sangat terbatas. Bus yang dikemudikannya disebut melaju dengan kecepatan rendah karena asap tebal menutupi jalan.
“Pertama itu kabut asap itu, jadi pandangan itu sekitar 2 meter,” ujar Hartono.
Hartono mengatakan Bus ALS yang dikemudikannya saat itu dalam perjalanan dari Malang menuju Medan. Saat melintas di Tol Palindra, kondisi jalan masih cukup gelap dan diperparah oleh kabut asap. Dalam kondisi jarak pandang yang sangat terbatas itu, Hartono mengaku tidak mengetahui keberadaan kendaraan yang berada di depannya.
Bus ALS kemudian terlibat benturan dengan kendaraan di depan sebelum situasi berkembang menjadi kecelakaan beruntun. “Banyak mobil berhenti di depan, mobil pribadi. Pas lagi berhenti ternyata bus itu, DAMRI, nabrak dari belakang,” kata Hartono.
Tak lama setelah benturan pertama, Bus DAMRI yang datang dari arah belakang menabrak bagian belakang Bus ALS.
Akibat benturan tersebut, sejumlah penumpang dan pengemudi Bus DAMRI mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Hartono mengatakan seluruh penumpang Bus ALS selamat dalam kejadian tersebut. “Ada 20-an orang penumpang ALS, semuanya selamat. Kalau yang luka-luka itu penumpang Bus DAMRI,” ujarnya.
Baca Juga: 623 Titik Panas Terpantau di Sumsel, 317 Masih Diverifikasi Polda
Berawal dari Kendaraan yang Melambat
Kronologi awal kecelakaan sebelumnya juga mengungkap bahwa rangkaian tabrakan terjadi ketika kendaraan yang berada paling depan mengurangi kecepatan di tengah kondisi kabut asap. Berdasarkan investigasi awal pengelola Tol Palindra, kendaraan berikutnya kemudian menabrak kendaraan di depannya hingga kecelakaan beruntun terjadi.
Kepala Regional Sumbagsel Hutama Karya, Arief Yeri Kristanto, sebelumnya mengatakan kendaraan pertama melambat saat melintas dari arah Palembang menuju Indralaya. “Dugaan sementara akibat kendaraan 1 paling depan mengurangi kecepatan sehingga tertabrak oleh kendaraan di belakangnya,” katanya.
Rangkaian kecelakaan kemudian melibatkan beberapa kendaraan, termasuk Bus ALS dan Bus DAMRI.
Dalam perkembangan penanganan kecelakaan, kepolisian mencatat 14 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban merupakan pengemudi dan penumpang Bus DAMRI. Enam korban dirawat di RS Arroyan, enam lainnya dirujuk ke RSMH Palembang, sementara dua korban menjalani perawatan di RS Tanjung Senai.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
623 Titik Panas Terpantau di Sumsel, 317 Masih Diverifikasi Polda
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap
-
Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar
-
Ngaku Pegawai Kemenkumham, Pria di Palembang Tipu Korban Rp250 Juta demi Lulus CPNS