- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Sholat Istisqa kedua di Griya Agung Palembang pada 3 September 2026.
- Kegiatan ibadah bersama ini dilakukan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon hujan guna mengatasi musim kemarau serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.
- Kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026 telah berdampak pada sekitar 1.950 hektare lahan serta memengaruhi kualitas udara di wilayah tersebut.
SuaraSumsel.id - Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berlalu dan ancaman kebakaran hutan dan lahan yang masih membayangi Sumatera Selatan, Pemerintah Provinsi Sumsel kembali menggelar Sholat Istisqa di halaman Griya Agung Palembang.
Sholat Istisqa terbuka untuk masyarakat umum dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sumsel itu dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 3 September 2026, pukul 07.00 WIB.
Pelaksanaan kali ini menjadi Sholat Istisqa kedua yang digelar Pemprov Sumsel dalam rentang waktu singkat. Sebelumnya, Sholat Istisqa telah dilaksanakan di lokasi yang sama pada 25 Agustus 2026, sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau dan meningkatnya risiko karhutla.
Pemprov Sumsel mengajak masyarakat untuk bersama-sama bermunajat. “Bersama dalam do'a, bersatu dalam harapan, semoga Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat dan keberkahan untuk Sumatera Selatan.”
Digelarnya kembali Sholat Istisqa menghadirkan gambaran tentang situasi Sumatera Selatan yang masih berhadapan dengan dua persoalan sekaligus: kemarau dan karhutla.
Dalam Sholat Istisqa sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan doa bersama tersebut dilakukan setelah berbagai upaya penanganan dijalankan.
“Hari ini kita bersama-sama hadir, setelah berbagai usaha dan ikhtiar kita jalankan untuk tetap tegar menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino. Saat ini kita dihadapkan pada pencemaran Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU yang disebabkan oleh karhutla,” ujar Herman Deru pada 25 Agustus 2026.
Pelaksanaan Sholat Istisqa untuk kedua kalinya membuka pertanyaan tentang situasi yang kini dihadapi Sumatera Selatan.
Jika sebelumnya doa bersama digelar ketika kemarau dan karhutla mulai memberi tekanan terhadap kualitas udara, pelaksanaan kembali Sholat Istisqa menunjukkan bahwa harapan terhadap turunnya hujan masih menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi saat ini.
Baca Juga: Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?
Data yang disampaikan Herman Deru pada pelaksanaan Sholat Istisqa pertama menyebut sekitar 1.950 hektare lahan di Sumatera Selatan telah terdampak kebakaran sepanjang 2026. Ia juga mengungkapkan adanya laporan tambahan lahan terdampak kebakaran yang terus menjadi perhatian pemerintah.
Di tengah pemadaman titik api, pengerahan Satgas Darat dan berbagai langkah penanganan karhutla, hujan tetap menjadi sesuatu yang dinantikan.
Namun, Sholat Istisqa kedua ini juga menghadirkan satu pertanyaan yang lebih besar: ketika hujan menjadi harapan untuk meredakan karhutla, sejauh mana pencegahan dapat memastikan api tidak kembali muncul setelah musim kemarau berakhir?
Antara Api, Asap dan Harapan dari Langit
Sholat Istisqa pada Kamis pagi nanti menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menyatukan doa. Di tengah tanah yang mengering, titik-titik api yang terus menjadi ancaman dan langit Sumatera Selatan yang dinantikan menurunkan hujan, Pemprov Sumsel kembali memilih menggabungkan ikhtiar penanganan di lapangan dengan ikhtiar spiritual.
Sebab, seperti disampaikan Herman Deru sebelumnya, pemerintah dan berbagai unsur telah bekerja untuk menghadapi karhutla. Namun pada akhirnya, ada harapan yang juga dipanjatkan bersama: agar hujan segera turun sebagai rahmat bagi Sumatera Selatan.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?
-
Sawit dan Karhutla: Jejak Pembukaan Hutan yang Terus Berulang
-
Benarkah Karhutla Sumsel Menurun? Ini Data Hotspot dan Titik Api Terbarunya
-
Tekan Risiko Kebakaran Lahan di Puncak Kemarau, Kilang Plaju Gandeng BPBD Gelar Pelatihan Pemadaman
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman
-
Kebakaran di Lorong Sabar Palembang, Belasan Rumah Diduga Hangus dan Warga Dievakuasi
-
Dari Temuan ke Perbaikan, Kilang Plaju Perkuat Budaya Kerja Proaktif dan Keselamatan Operasional
-
Tiga Mahasiswa Lulus Kuliah Berkat BIDIKSIBA PTBA, dari Tanjung Enim hingga Lahat
-
Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?