- Puluhan warga Desa Banjarsari menggelar aksi dan bermalam di Kantor Bupati Lahat sejak 31 Agustus 2026.
- Masyarakat menuntut Pemkab Lahat menyelesaikan sengketa 300 hektare lahan dan menghentikan sementara operasional PT BGG.
- Wakil Bupati Widia Ningsih menemui warga, dan Bupati dijadwalkan menemui mereka pada 2 September 2026.
SuaraSumsel.id - Puluhan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, memilih menggelar aksi hingga bermalam di halaman Kantor Bupati Lahat pada Senin malam, 31 Agustus 2026.
Aksi tersebut bukan sekadar unjuk rasa biasa. Warga mendirikan tenda dan bertahan di lingkungan Pemkab Lahat sebagai bentuk tekanan agar pemerintah daerah turun tangan menyelesaikan persoalan sengketa lahan yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Persoalan utama yang dibawa warga adalah sengketa sekitar 300 hektare lahan yang diklaim masyarakat Desa Banjarsari dan berkaitan dengan aktivitas PT BGG. Warga menilai persoalan tersebut belum mendapatkan penyelesaian yang memberikan kepastian.
Penanggung jawab aksi, Herwinsyah, mengatakan perjuangan warga kini diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lahat. Menurutnya, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya memfasilitasi mediasi, tetapi mengambil langkah nyata untuk menindaklanjuti tuntutan warga terkait lahan yang disengketakan.
Warga menyebut lahan tersebut telah dikuasai dan digarap perusahaan selama sekitar 16 tahun. Karena itu, aksi di Kantor Bupati Lahat menjadi bentuk desakan agar pemerintah memberikan kepastian terhadap tuntutan masyarakat.
“Perjuangan masyarakat hari ini tertuju kepada Bupati Lahat. Kami meminta pemerintah menyelesaikan persoalan ini dan menindaklanjuti tuntutan masyarakat,” ujar Herwinsyah.
Ada Delapan Tuntutan Warga
Dalam aksi tersebut, warga Desa Banjarsari menyampaikan delapan tuntutan kepada Pemkab Lahat. Salah satu tuntutan utama adalah meminta pemerintah daerah mengambil langkah terhadap konflik sosial agraria yang terjadi di Desa Banjarsari.
Warga juga meminta adanya rekomendasi penghentian sementara kegiatan operasional PT BGG hingga persoalan lahan memperoleh penyelesaian.
Baca Juga: Dari Menganggur hingga Panen Telur, Amat Rasakan Manfaat Program Ayam Petelur PTBA
Selain itu, masyarakat menuntut penyelesaian terkait klaim lahan sekitar 300 hektare, keterbukaan data pertanahan, audit terhadap dugaan kerusakan lingkungan, hingga rekomendasi kepada pemerintah pusat terkait aktivitas pertambangan.
Aksi warga semakin mendapat perhatian karena masyarakat memberikan tenggat waktu 3x24 jam kepada Pemerintah Kabupaten Lahat untuk menindaklanjuti tuntutan mereka.
Warga menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan apabila tidak terdapat perkembangan dalam penyelesaian persoalan tersebut.
Herwinsyah bahkan menyebut aksi dapat berlangsung secara maraton apabila tuntutan masyarakat tidak memperoleh tindak lanjut yang jelas.
Widia Ningsih Temui Warga
Di tengah aksi tersebut, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menemui warga yang bertahan di halaman Pemkab Lahat.
Tag
Berita Terkait
-
Dari Menganggur hingga Panen Telur, Amat Rasakan Manfaat Program Ayam Petelur PTBA
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Kotak Amal Masjid Bergiliran Dibobol, Uang Sedekah Jamaah Jadi Incaran Pencuri di Lahat
-
Bank Sumsel Babel Dorong UMKM dan Wirausaha Muda Lahat Lewat Program Sultan Muda
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
-
Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?
Terkini
-
14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah