- Kebakaran hutan melanda kaki Bukit Senubut di Kabupaten Lahat pada Senin, 24 Agustus 2026.
- Petugas gabungan dan warga memadamkan api secara manual karena medan sulit dijangkau kendaraan.
- Insiden tersebut menghanguskan area seluas 350 hektare dan penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Kali ini, api membakar kawasan kaki Bukit Senubut yang berada di kawasan Bukit Serelo atau Gunung Jempol, Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Senin (24/8/2026).
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 350 hektare. Petugas gabungan pun harus melakukan pemadaman secara manual karena medan menuju titik api sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, warga bernama Barudin dan Sehamah melihat kobaran api dari kejauhan di kawasan kaki Bukit Senubut.
Api kemudian terlihat membesar dari kawasan perbukitan tersebut. Kondisi ini dikhawatirkan membuat kebakaran meluas ke wilayah yang lebih rendah dan mendekati perkebunan warga di sekitar Bukit Serelo.
Petugas Jalan Kaki 3 Kilometer Menuju Titik Api
Penanganan mulai dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Personel Polsek Merapi Barat bersama unsur pemerintah kecamatan, TNI, pemerintah desa, Babinsa dan masyarakat bergerak menuju lokasi.
Namun, perjalanan menuju titik api tidak mudah.
Dari lokasi yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Polsek Merapi Barat, tim masih harus berjalan kaki sekitar 3 kilometer untuk mencapai kawasan yang terbakar. Medan yang dilalui berupa perkebunan kopi warga dengan kondisi cukup terjal.
Kapolsek Merapi Barat AKP Edward Gultom mengatakan pemadaman dilakukan secara manual karena akses menuju titik api tidak dapat dilalui kendaraan pemadam.
Baca Juga: Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
“Pemadaman dilakukan secara manual karena akses menuju titik api sulit dan tidak bisa dilalui kendaraan pemadam kebakaran.”
Dengan kondisi tersebut, petugas dan masyarakat menggunakan peralatan yang tersedia untuk mengendalikan api.
Upaya bersama petugas dan warga akhirnya berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas ke areal lain di sekitar kaki Bukit Senubut. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.
Dari pengecekan sementara di lokasi, petugas tidak menemukan aktivitas masyarakat di sekitar titik kebakaran. Kawasan yang terbakar juga belum diketahui sebagai lahan milik perorangan.
Karena itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum dapat dipastikan.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
1.926 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel, Mengapa Baru 17 Tersangka?
-
Herman Deru Klaim Karhutla Sumsel Menurun, Tapi Kabut Asap Masih Bertahan di Palembang
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Viral, Kawasan Lereng Gunung Jempol Lahat Terbakar
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?