- PTBA menyalurkan bantuan ribuan ayam dan fasilitas kandang kepada warga Desa Sirah Pulau Kabupaten Lahat.
- Pelatihan budidaya ayam petelur ini melibatkan seratus kepala keluarga untuk menciptakan sumber penghasilan ekonomi produktif baru.
- Program kolaborasi bersama Rumah Kreatif Sriwijaya tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan serta kesejahteraan warga lokal.
SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui program pemberdayaan yang diarahkan pada usaha produktif dan berkelanjutan.
Salah satunya diwujudkan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berupa Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Budidaya Ayam Petelur Skala Rumahan dan Komunal di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
Program tersebut menjadi tahap awal pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang melibatkan sekitar 100 kepala keluarga penerima manfaat PPM PTBA.
Pada tahap pertama, PTBA memberikan dukungan berupa 2.400 ekor ayam petelur, 50 unit kandang skala rumahan, satu unit kandang komunal, pakan, serta pendampingan teknis dari tenaga ahli.
Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan awal, tetapi menjadi modal bagi masyarakat untuk membangun usaha produktif yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi warga di sekitar wilayah operasional.
“PTBA tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berupaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui budidaya ayam petelur ini, kami berharap masyarakat Desa Sirah Pulau dapat memiliki sumber penghasilan alternatif yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus turut memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” ujar Eko.
Tak Sekadar Beri Bantuan
Menurut Eko, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, mitra pelaksana, tenaga ahli, hingga masyarakat penerima manfaat.
Baca Juga: PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
Karena itu, program budidaya ayam petelur tersebut dirancang secara bertahap, tidak hanya melalui penyediaan sarana peternakan, tetapi juga dengan pelatihan dan pendampingan teknis.
“Program ini kami rancang secara bertahap dan terukur. Selain dukungan sarana, masyarakat mendapatkan pelatihan serta pendampingan teknis agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menjalankan budidaya ayam petelur. Harapannya, usaha ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, PTBA berkolaborasi dengan Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana. Pelatihan juga menghadirkan pakar budidaya ayam petelur Muhammad Yusuf, S.Pt., M.Si. sebagai narasumber.
Program tersebut turut mendapat dukungan dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) serta Pemerintah Desa Sirah Pulau.
Melalui program ini, PTBA berharap masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan sumber pendapatan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan.
Budidaya ayam petelur di tingkat masyarakat sekaligus diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan dan memperkuat aktivitas ekonomi lokal di Desa Sirah Pulau.
Tag
Berita Terkait
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
Program Desa Impian Antarkan PTBA Raih Penghargaan Internasional
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan
-
PTBA Percepat Flyover Simpang Belimbing dan Ujan Mas, Tingkatkan Keselamatan Masyarakat
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Kenapa Asap Masih Kepung Palembang?