- Amat Surman (72) warga Desa Sirah Pulau, Lahat, menerima bantuan budidaya ayam petelur dari PTBA pada September 2026.
- Bantuan awal berupa 12 ekor ayam siap bertelur, pakan, dan kandang ini mulai menghasilkan telur pada hari ke-16.
- Hasil produksi telur tersebut berdampak positif dengan membuka peluang tambahan penghasilan dan memperkuat ketahanan pangan warga.
SuaraSumsel.id - Ada kesibukan baru dalam keseharian Amat Surman di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. Pagi, sore, hingga malam, pria berusia 72 tahun itu kini rutin merawat ayam petelur di kandang yang berada di samping rumahnya.
Memberi pakan dan minum, memastikan kondisi ayam, hingga membersihkan kandang setiap dua hari sekali menjadi aktivitas baru yang dijalani Amat. Kesibukan tersebut perlahan mulai menunjukkan hasil. Ayam yang dipeliharanya kini telah mulai bertelur dan membuka harapan baru untuk memperoleh tambahan penghasilan.
“Sebelum merawat ayam-ayam ini bisa dibilang saya menganggur karena tidak ada pekerjaan tetap. Untuk kebutuhan sehari-hari masih bergantung pada anak saya,” ujar Amat.
Bagi Amat, kegiatan beternak sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah terbiasa memelihara ayam, bebek, hingga kambing. Namun kali ini, pengalaman tersebut kembali menjadi bagian dari aktivitas produktif yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi dirinya dan keluarga.
Amat merupakan salah satu penerima manfaat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui program budidaya ayam petelur skala rumahan di Desa Sirah Pulau.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PTBA dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pada tahap awal, setiap penerima manfaat memperoleh 12 ekor ayam petelur, satu karung pakan, serta kandang baru yang dibangun di dekat rumah masing-masing.
Ayam yang diberikan merupakan ayam dalam kondisi siap bertelur agar masyarakat dapat lebih cepat merasakan manfaat dari usaha yang dijalankan. Semula, ayam diperkirakan mulai menghasilkan telur sekitar hari ke-24. Namun, hasil di lapangan menunjukkan perkembangan lebih cepat.
Ayam mulai bertelur pada hari ke-16. Hingga 31 Agustus 2026, atau sekitar 23 hari setelah distribusi, ayam telah mampu beradaptasi dan mulai menghasilkan telur.
Baca Juga: HUT ke-81 RI, PTBA dan MIND ID Group Salurkan Bantuan untuk Veteran di Sumsel dan Lampung
Perkembangan tersebut mendapat sambutan positif dari para penerima manfaat. Selain dapat menjadi sumber pangan bagi keluarga, produksi telur juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan memperoleh tambahan pendapatan.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan mulai bertelurnya ayam bantuan tersebut menjadi perkembangan positif dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
“Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal kini sudah mulai bertelur. Ini merupakan langkah awal yang baik karena masyarakat mulai dapat merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri,” ujar Eko.
Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kemampuan dan kemandirian agar masyarakat dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri. Karena itu, selain memberikan ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, mengatakan mulai berproduksinya ayam petelur menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.
Berita Terkait
-
HUT ke-81 RI, PTBA dan MIND ID Group Salurkan Bantuan untuk Veteran di Sumsel dan Lampung
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar
-
Ngaku Pegawai Kemenkumham, Pria di Palembang Tipu Korban Rp250 Juta demi Lulus CPNS