- Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan mencatat inflasi bulanan sebesar 0,06 persen pada Agustus 2026.
- Kenaikan harga dipicu komoditas seperti daging ayam ras, emas perhiasan, dan beras.
- Inflasi tahunan Sumatera Selatan pada Agustus 2026 meningkat menjadi 2,60 persen.
SuaraSumsel.id - Setelah sempat mengalami deflasi pada Juli, harga sejumlah kebutuhan masyarakat di Sumatera Selatan kembali bergerak naik pada Agustus 2026. Emas perhiasan hingga daging ayam ras menjadi komoditas yang ikut mendorong inflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat inflasi bulanan pada Agustus 2026 sebesar 0,06 persen. Sementara secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi Sumatera Selatan mencapai 2,60 persen.
Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi tahunan Juli 2026 yang berada di level 2,50 persen. Pada Juli, Sumatera Selatan justru sempat mengalami deflasi bulanan sebesar 0,24 persen.
Kepala BPS Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto mengatakan, pergerakan harga pada Agustus dipengaruhi sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat. Dari 11 kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,07 persen.
Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga ikut memberikan tekanan terhadap kenaikan harga.
Daging Ayam hingga Emas Jadi Penyumbang Inflasi
Wahyu merinci sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Sumatera Selatan pada Agustus 2026. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, beras, kacang panjang, dan jagung manis.
“Lima komoditas utama penyumbang inflasi bulanan pada Agustus 2026 terbesar, yaitu daging ayam ras, emas perhiasan, beras, kacang panjang, dan jagung manis,” kata Wahyu.
Kenaikan harga tersebut menunjukkan tekanan inflasi tidak hanya berasal dari satu jenis kebutuhan. Harga pangan sehari-hari masih menjadi perhatian, sementara pergerakan harga emas juga ikut memberi pengaruh terhadap inflasi.
Baca Juga: Sawit dan Karhutla: Jejak Pembukaan Hutan yang Terus Berulang
Secara tahunan, lima komoditas yang memberikan tekanan inflasi terbesar adalah emas perhiasan, daging ayam ras, bensin, beras, dan minyak goreng.
Tidak Semua Harga Naik
Meski inflasi kembali terjadi, tidak berarti seluruh harga barang dan jasa mengalami kenaikan. Pada Agustus 2026, kelompok transportasi justru mengalami deflasi sebesar 0,47 persen dengan andil menahan inflasi sekitar 0,06 persen.
Salah satu faktor yang memengaruhi penurunan pada kelompok tersebut adalah turunnya harga BBM jenis Pertamax Turbo, dari sebelumnya Rp19.750 menjadi Rp18.700 per liter.
Kondisi ini memperlihatkan adanya tarik-menarik harga antarberbagai komoditas. Ketika harga sejumlah bahan pangan dan emas meningkat, sebagian komoditas lain justru mengalami penurunan.
BPS mencatat inflasi tahunan Sumatera Selatan pada Agustus 2026 mencapai 2,60 persen. Tiga kelompok pengeluaran dengan andil inflasi tahunan terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,83 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,75 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,44 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Sawit dan Karhutla: Jejak Pembukaan Hutan yang Terus Berulang
-
Benarkah Karhutla Sumsel Menurun? Ini Data Hotspot dan Titik Api Terbarunya
-
HUT ke-81 RI, PTBA dan MIND ID Group Salurkan Bantuan untuk Veteran di Sumsel dan Lampung
-
Kemarau Panjang Belum Usai, Hujan Mulai Turun di Musi Rawas dan Wilayah Sumsel
-
Di Bawah Bayang-Bayang Pos Jaga 'SNIPER', Petani Sidomulyo Mempertahankan Tanah Garapan
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Dari Menganggur hingga Panen Telur, Amat Rasakan Manfaat Program Ayam Petelur PTBA
-
Belanja Makin Mahal? Emas hingga Harga Ayam Dorong Inflasi Sumsel Naik
-
Gerak Cepat, Respons Tepat: Kilang Plaju Perkuat Kesiapan Fire Brigade Hadapi Kondisi Darurat
-
Polemik Universitas PGRI Palembang Makin Meluas, Ijazah Mahasiswa Kini Ikut Dipertanyakan