Tasmalinda
Selasa, 01 September 2026 | 19:41 WIB
pelatihan pengendalian kebakaran lahan dan hutan yang digelar PT Pertamina kilang Plaju
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju menggelar Agility Test Fireman pada 30 Agustus hingga 1 September 2026.
  • Kegiatan evaluasi ketangkasan fisik dan mental ini bertujuan untuk menguji kesiapan personel Fire Brigade menghadapi kondisi darurat.
  • Pengujian berkala tersebut memastikan personel mampu merespons insiden secara cepat, tepat, serta mengutamakan keselamatan operasional kilang.

SuaraSumsel.id - Kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional. Dalam situasi yang membutuhkan respons cepat, personel Fire Brigade tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga ketangguhan fisik, mental, serta ketepatan dalam mengambil tindakan.

Untuk memastikan kesiapan tersebut terus terjaga, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju melalui Fungsi Health, Safety, Security & Environment (HSSE), Bagian Emergency Insurance (EI), menggelar Agility Test Fireman pada 30 Agustus hingga 1 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi kesiapan personel Fire Brigade Kilang Plaju, khususnya dalam aspek fisik, ketangkasan, dan kemampuan menghadapi kondisi darurat. Melalui simulasi yang dirancang mendekati situasi di lapangan, para personel dilatih untuk mampu merespons secara cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan.

Pjs. Manager HSSE RU Plaju, Ery Puspiartono, mengatakan kesiapsiagaan Fire Brigade harus dijaga secara konsisten karena personel pemadam menjadi salah satu garda terdepan dalam menghadapi keadaan darurat di area operasional.

“Agility test ini menjadi salah satu upaya kami untuk memastikan rekan-rekan Fire Brigade selalu siap, baik secara fisik maupun mental. Dalam kondisi darurat, kecepatan respons harus diimbangi dengan ketepatan tindakan. Karena itu, kesiapan tidak cukup dibangun ketika insiden terjadi, tetapi perlu dilatih dan dievaluasi secara berkala,” ujar Ery.

Uji Fisik dan Ketangkasan Hadapi Situasi Darurat

Agility Test Fireman tidak hanya menjadi sarana pengukuran kemampuan individu, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan insiden.

Melalui latihan dan evaluasi secara berkala, personel Fire Brigade diharapkan semakin terbiasa mengambil tindakan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan prosedur keselamatan ketika menghadapi kondisi darurat.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Corporate Life Saving Rules (CLSR) Pertamina, khususnya terkait pentingnya memastikan personel berada dalam kondisi sehat secara fisik dan mental, memiliki kompetensi, serta kewenangan yang sesuai dalam menjalankan tugas.

Baca Juga: Kilang Plaju Raih Enam Penghargaan EPSA 2026 melalui Inovasi Berkelanjutan

Selain itu, kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dalam pengendalian risiko, termasuk melalui penyusunan, komunikasi, dan pengujian rencana tanggap darurat secara berkelanjutan.

Latihan Dilakukan Secara Berkala

Kesiapan Fire Brigade Kilang Plaju terus diperkuat melalui berbagai program latihan. Personel mengikuti Fire Fighter Fitness Improvement Programs setiap hari, IPPT Test dan Agility Test setiap tiga bulan sekali, serta latihan rutin seperti Fire Ground Drill dan Minor Emergency Drill setiap minggu.

Rangkaian latihan tersebut diharapkan dapat menjaga kesiapan fisik, kemampuan teknis, serta koordinasi personel dalam menghadapi berbagai skenario kondisi darurat.

“Harapannya, kesiapsiagaan ini terus terjaga sehingga kapan pun terjadi insiden, rekan-rekan Fire Brigade dapat memberikan respons terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan diri, rekan kerja, maupun operasional kilang,” kata Ery.

Bagi Kilang Plaju, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat merupakan bagian penting dari penguatan budaya keselamatan dan pengendalian risiko di lingkungan operasional.

Load More