- Pertiwi RU Plaju mengadakan edukasi pencegahan kekerasan perempuan dan anak pada 28 Agustus 2026.
- Polda Sumsel memaparkan data peningkatan kasus kekerasan dan mekanisme penanganan korban yang terpadu.
- Kilang Plaju berkomitmen menciptakan lingkungan kerja inklusif dan bebas kekerasan lewat program Pertiwi Talk.
SuaraSumsel.id - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai melalui edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Melalui wadah pekerja perempuan Pertiwi RU Plaju, Kilang Plaju menggelar Pertiwi Talk bertajuk “Berani Bicara, Berani Melindungi: Bersama Mencegah dan Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya pencegahan kekerasan sejak dari lingkungan keluarga hingga tempat kerja.
Talkshow tersebut menghadirkan Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Andes Purwanti, S.E., M.M., serta Psikolog Klinis Health Kilang Plaju, Rezza Nadear Nenovarmaychisa, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Dalam pemaparannya, Andes Purwanti menjelaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan multidimensi yang dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari persoalan individu, dinamika keluarga, lingkungan sosial, tekanan ekonomi, penyalahgunaan zat, hingga minimnya edukasi dan keterampilan membangun komunikasi yang sehat.
Mengacu pada data penanganan tindak kejahatan Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Sumsel sepanjang Triwulan I hingga Triwulan II 2026, terdapat sejumlah dinamika kasus kekerasan. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tercatat meningkat dari 127 menjadi 131 kasus, sementara kekerasan terhadap anak meningkat dari 110 menjadi 122 kasus. Pada periode tersebut juga tercatat 76 kasus persetubuhan serta peningkatan kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dari 19 menjadi 43 kasus.
Menurut Andes, pemahaman terhadap akar persoalan menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pencegahan sejak dini. Dalam penanganannya, Polda Sumsel menerapkan mekanisme penanganan korban terpadu yang mencakup penerimaan laporan, asesmen risiko, perlindungan darurat, penyidikan, pendampingan hukum dan psikologis, hingga proses pemulihan dan reintegrasi sosial yang ramah penyandang disabilitas.
Pencegahan Kekerasan Dimulai dari Relasi yang Sehat
Melengkapi perspektif penegakan hukum, Psikolog Klinis Health Kilang Plaju Rezza Nadear Nenovarmaychisa atau Chisa menekankan pentingnya membangun relasi keluarga yang sehat sebagai bagian dari pencegahan kekerasan.
Menurutnya, sebuah hubungan perlu diwaspadai ketika diwarnai kontrol berlebihan, intimidasi, ancaman, tindakan merendahkan, maupun kekerasan fisik, seksual, dan emosional.
Baca Juga: Tekan Risiko Kebakaran Lahan di Puncak Kemarau, Kilang Plaju Gandeng BPBD Gelar Pelatihan Pemadaman
Sebaliknya, relasi yang sehat dibangun melalui lima pilar utama, yaitu respect atau saling menghargai, trust atau kepercayaan, communication atau komunikasi terbuka, boundaries atau batasan yang jelas, serta mutual support atau saling mendukung.
“Anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna. Anak hanya membutuhkan rasa aman, perasaan dipahami, perasaan didengar, juga perasaan selalu didukung,” ujar Chisa.
Ia menambahkan bahwa pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pekerja perempuan maupun ibu bekerja tetap dapat membangun keterlibatan aktif dalam kehidupan anak melalui komunikasi rutin, koordinasi dengan sekolah, pembagian peran bersama pasangan, serta pemanfaatan sistem dukungan yang tersedia.
Wujudkan Respectful Workplace
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju sekaligus Ketua Pertiwi RU Plaju, Siti Fauzia, menegaskan bahwa edukasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Kilang Plaju dalam menjunjung nilai Respect, Integrity, Safety, and Humanity.
Menurutnya, lingkungan kerja yang aman dan inklusif tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.
Berita Terkait
-
Tekan Risiko Kebakaran Lahan di Puncak Kemarau, Kilang Plaju Gandeng BPBD Gelar Pelatihan Pemadaman
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
1.926 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel, Mengapa Baru 17 Tersangka?
-
Tanggap Bencana Sigi, Kilang Plaju Salurkan 75 Ribu Liter Air Bersih untuk Korban Gempa
-
Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel
Terpopuler
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership
-
BRI Bangun Jembatan Gantung di Desa Kemang Cianjur, Mobilitas Warga Kini Lebih Aman
-
Kronologi Tabrakan 2 Kereta Babaranjang di Sumsel, Lokomotif Terguling dan Kru Terluka
-
Minibus Terguling di Jakabaring Palembang, Sopir Akui Mengantuk hingga Tabrak Halte
-
PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini