- Kilang Plaju menjalani assessment AIP dan supervisi SMP pada 19 hingga 24 Agustus 2026.
- PT Pertamina Training and Consulting bersama otoritas penerbangan melakukan pemetaan risiko serta validasi ruang udara.
- Tim Auditor Direktorat Operasi mengukur pengelolaan pengamanan fisik untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi kepolisian.
SuaraSumsel.id - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju (Kilang Plaju) memperkuat sistem pengamanan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) strategis. Selain memastikan keandalan operasional di area kilang, pengamanan juga diperluas pada aspek ruang udara melalui Assessment Aeronautical Information Publication (AIP) dan Supervisi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) 1 Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) berbasis Perpol Nomor 7 Tahun 2019.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kilang Plaju memastikan seluruh aspek keamanan dan keselamatan operasional berjalan sesuai regulasi (comply to regulation), sekaligus memperkuat mitigasi terhadap potensi risiko di sekitar fasilitas strategis tersebut.
Untuk assessment ruang udara, Kilang Plaju bekerja sama dengan PT Pertamina Training and Consulting (PTC) melalui pelaksanaan site survey pada 19–20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memetakan risiko navigasi, memvalidasi koordinat ruang udara, serta memproses perizinan AIP resmi. Langkah ini ditujukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan ruang udara di atas wilayah operasional Kilang Plaju.
Assessment tersebut melibatkan sejumlah pakar dan otoritas penerbangan nasional dari AirNav Indonesia (Perum LPPNPI), antara lain General Manager Pusat Informasi Aeronautika Hermawan Novitrianto, Jr. Manager Kartografi Haris Defriyan, Perancang Prosedur Penerbangan Aryo Abie Dwinanda dan Deni Herianto B, Pabandya Pinak (Paban I/Ren Spotdirga) Letkol Hera Himawan N. Hadi, serta jajaran manajemen AirNav Palembang.
Pengamanan Kilang Diperkuat dari Darat hingga Ruang Udara
Bersamaan dengan assessment ruang udara, Kilang Plaju juga menjalani Wasdal 1 (Internal) SMP pada 19–21 Agustus 2026.
Supervisi tersebut dilaksanakan oleh Tim Auditor Direktorat Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga dan dipimpin Dedi Sugiri selaku Lead Auditor SMP bersama tim auditor lintas unit operasional.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur pengelolaan pengamanan Kilang Plaju, termasuk memastikan standar pengamanan fisik dan sistem penanggulangan risiko telah sesuai dengan regulasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Baca Juga: Tanggap Bencana Sigi, Kilang Plaju Salurkan 75 Ribu Liter Air Bersih untuk Korban Gempa
Pjs. Manager HSSE Kilang Plaju Ery Puspiartono mengatakan penguatan pengamanan ruang udara dan pengamanan fisik merupakan langkah proaktif perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
“Sebagai Objek Vital Nasional, Kilang Plaju tidak hanya fokus pada keandalan operasional di darat, tetapi juga harus memastikan aspek keselamatan dan keamanan di ruang udara terlindungi dengan standar tertinggi,” ujar Ery.
Menurutnya, kolaborasi dengan otoritas aeronautika, TNI AU, AirNav Palembang, serta tim auditor internal SMP menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengamanan Kilang Plaju.
“Kolaborasi bersama tim otoritas aeronautika, TNI AU, AirNav Palembang dengan tim auditor internal SMP ini menjadi bukti komitmen kami untuk mewujudkan pengamanan yang patuh regulasi, terintegrasi, dan zero accident,” tegas Ery.
Melalui integrasi proses penerbitan izin AIP dan audit SMP berbasis Perpol Nomor 7 Tahun 2019, Kilang Plaju optimistis kepatuhan dan keandalan pengamanan fasilitas semakin kuat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kilang Plaju untuk memitigasi berbagai potensi ancaman keamanan, baik di darat maupun ruang udara, secara berkelanjutan demi menjaga keandalan operasional dan pasokan energi nasional.
Tag
Berita Terkait
-
Tanggap Bencana Sigi, Kilang Plaju Salurkan 75 Ribu Liter Air Bersih untuk Korban Gempa
-
Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel
-
Sinergi Strategis Kilang Plaju dan BRIN Selamatkan Ikan Belida sebagai Warisan Hayati Nusantara
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?
-
Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok
-
Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo