Tasmalinda
Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB
Sebanyak 40 personel dari Tim Alfa dari Mabes TNI diterjunkan langsung ke kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk memadamkan titik panas yang sulit dijangkau, Selasa (25/8/2026). [ISTIMEWA]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengerahkan Tim Alfa TNI untuk menguji penanganan kebakaran hutan di Taman Nasional Way Kambas.
  • Pasukan lintas udara tersebut menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas sebelum diterjunkan ke lokasi sulit.
  • Meskipun diminta di Sumatera Selatan, belum ada konfirmasi resmi mengenai pengerahan Tim Alfa ke wilayah tersebut.

SuaraSumsel.id - Tim Alfa TNI yang sebelumnya diminta Presiden Prabowo Subianto untuk menguji kemampuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di medan sulit kini telah diterjunkan ke Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Pengerahan tersebut menjadi perhatian di Sumatera Selatan. Sebab, saat memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Prabowo juga meminta Panglima TNI menyiapkan kemampuan serupa untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditembus melalui jalur darat.

Tim Alfa merupakan gabungan personel pilihan dari berbagai matra TNI dengan kemampuan lintas udara atau airborne. Di Way Kambas, kemampuan tersebut digunakan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses dengan kendaraan darat.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan, kemampuan bergerak melalui udara menjadi penting ketika akses darat sulit dijangkau.

“Jika akses darat sulit dan akses laut tidak ada, satu-satunya cara untuk merespons dengan cepat adalah dengan diterjunkan dari udara,” ujarnya.

Namun, pengerahan Tim Alfa tidak hanya mengandalkan kemampuan personel. Sebelum pasukan diterjunkan, drone dengan kamera thermal digunakan untuk mendeteksi anomali suhu dan mencari titik panas yang masih berpotensi menyimpan bara.

Data dari drone tersebut kemudian menjadi acuan untuk menentukan lokasi yang perlu ditangani. Setelah diterjunkan, personel melakukan penyisiran dan pemadaman untuk memastikan bara yang masih tersisa tidak kembali memicu kebakaran.

Konsep tersebut menjadi penting di kawasan dengan medan yang sulit, seperti savana dan area alang-alang yang tidak selalu mudah dijangkau kendaraan dalam waktu cepat.

Lalu bagaimana dengan Sumsel?

Baca Juga: 17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?

Pertanyaan mengenai pengerahan Tim Alfa ke Sumsel muncul karena Prabowo sebelumnya memang meminta Panglima TNI menguji coba tim dengan kemampuan khusus tersebut dalam penanganan karhutla di Sumsel.

Namun, setelah Tim Alfa diterjunkan di Way Kambas, belum ada kepastian resmi bahwa tim yang sama akan langsung dikerahkan ke Sumsel.

Artinya, untuk saat ini terdapat dua fakta yang berbeda. Permintaan untuk menguji Tim Alfa di Sumsel memang disampaikan Presiden, sedangkan pengerahan yang sudah terkonfirmasi berlangsung adalah operasi di Way Kambas.

Sumsel sendiri masih menghadapi ancaman karhutla di sejumlah wilayah. Penanganannya telah melibatkan personel gabungan, pemadaman dari udara serta berbagai peralatan untuk menjangkau kawasan yang sulit.

Jika kemampuan Tim Alfa nantinya diterapkan di Sumsel, metode operasi di Way Kambas memberikan gambaran bagaimana pasukan tersebut dapat digunakan: titik panas dipetakan dari udara, personel diterjunkan ke lokasi sulit, kemudian dilakukan penyisiran dan pemadaman di lapangan.

Tetapi sampai ada konfirmasi dari TNI, belum tepat menyebut Tim Alfa akan dikerahkan ke Sumsel.

Load More