- Gubernur Herman Deru menyatakan kebakaran hutan di Sumatera Selatan menurun, namun sisa asap masih mengepung Palembang.
- Sumatera Selatan menghadapi tantangan besar mengelola 1,2 juta hektare lahan gambut rawan kebakaran di OKI dan Musi Banyuasin.
- Pemerintah daerah mengusulkan bantuan pesawat water bombing dan pembangunan lima ratus sumur bor kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, masyarakat kini lebih memahami risiko pembakaran lahan dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan. Namun, pemerintah tetap membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
Pemprov Sumsel, kata Deru, juga telah menginstruksikan perusahaan agar bertanggung jawab terhadap kebakaran yang terjadi di wilayah konsesi masing-masing.
Artinya, penanganan karhutla tidak hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas pemadam. Perusahaan yang memiliki konsesi juga diminta memastikan wilayahnya tidak menjadi sumber kebakaran.
Minta Kanal hingga Sumur Bor
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah ketersediaan sumber air. Deru meminta penguatan kanal untuk menjaga kondisi lahan, khususnya kawasan gambut. Selain itu, Sumsel juga meminta dukungan peralatan pemadaman dari pemerintah pusat.
Dalam koordinasi bersama Presiden Prabowo, Sumsel mengusulkan dukungan water bombing untuk memperkuat pemadaman dari udara.
Menurut Deru, Sumsel biasanya mendapatkan dukungan hingga sembilan pesawat untuk penanganan karhutla. Dukungan tambahan dari pemerintah pusat dinilai diperlukan apabila kondisi kebakaran kembali meningkat.
Tidak hanya armada udara, Pemprov Sumsel juga mengusulkan pembangunan 500 sumur bor berikut mesin pendukungnya.
Kebutuhan tersebut berkaitan langsung dengan karakter lahan gambut. Ketika sumber air di permukaan terbatas, sumur bor dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pemadaman sekaligus menjaga kelembapan lahan.
Baca Juga: Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
Deru juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras BNPB dalam membantu penanganan karhutla di Sumsel.
Menurut dia, dukungan pemerintah pusat melalui BNPB sudah maksimal. Namun, tantangan di lapangan tetap membutuhkan penguatan, terutama untuk wilayah dengan kawasan gambut luas.
Karena itu, permintaan terhadap water bombing, kanal, hingga sumur bor tidak hanya berkaitan dengan pemadaman kebakaran yang sedang berlangsung. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk menghadapi potensi kebakaran berulang di kawasan gambut.
Dengan sekitar 1,2 juta hektare lahan gambut yang disebut menjadi potensi kawasan rawan, penanganan karhutla Sumsel tidak bisa hanya dilakukan ketika api sudah muncul.
Kanal, sumur bor, armada water bombing, pengawasan perusahaan, hingga kesadaran masyarakat menjadi bagian dari pekerjaan yang harus berjalan bersamaan.
Sebab, jika hotspot kembali meningkat sementara infrastruktur pengendalian air belum memadai, klaim bahwa karhutla telah menurun bisa saja hanya menjadi jeda sebelum persoalan kembali membesar.
Tag
Berita Terkait
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Viral, Kawasan Lereng Gunung Jempol Lahat Terbakar
-
Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?