- BPS Sumsel melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka Mei 2026 naik tipis menjadi 3,60 persen dengan jumlah pengangguran 165 ribu orang.
- Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi penyerapan tenaga kerja terbesar di Sumatera Selatan mencapai 46,81 persen.
- Tingkat pengangguran tertinggi di Sumatera Selatan justru berasal dari kelompok lulusan perguruan tinggi yang mencapai 7,19 persen.
SuaraSumsel.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 mencapai 3,60 persen atau naik tipis dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 3,59 persen. Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung lapangan kerja dengan menyerap hampir separuh tenaga kerja di Sumsel.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto, S.Si., S.ST., M.Si. dalam rilis resmi statistik yang digelar pada Rabu (5/8/2026).
Menurut Wahyu, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan jumlah angkatan kerja di Sumsel mencapai 4,59 juta orang, dengan 4,42 juta orang bekerja dan sekitar 165 ribu orang masih menganggur. Dibandingkan Februari 2026, jumlah penduduk bekerja berkurang sekitar 169 ribu orang, sementara tingkat pengangguran naik tipis menjadi 3,60 persen.
"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 3,60 persen, naik 0,01 persen poin dibanding Februari 2026," demikian data yang dipaparkan BPS Sumsel.
Di tengah berbagai perubahan struktur ekonomi, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sumatera Selatan.
BPS mencatat sebanyak 2,07 juta orang atau 46,81 persen dari total penduduk bekerja menggantungkan mata pencahariannya pada sektor tersebut. Posisi berikutnya ditempati sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 13,59 persen, disusul Konstruksi sebesar 5,63 persen.
Meski tetap mendominasi, dinamika pasar kerja menunjukkan adanya pergeseran. Dibandingkan Februari 2026, sektor konstruksi justru mencatat penambahan pekerja terbesar, sedangkan sektor perdagangan mengalami penurunan jumlah tenaga kerja paling banyak.
Ironi, Lulusan Sarjana Justru Punya Tingkat Pengangguran Tertinggi
Temuan lain yang menjadi perhatian dalam rilis BPS adalah tingkat pengangguran berdasarkan pendidikan.
Baca Juga: BI Sumsel Beberkan Kunci Inflasi Tetap Terkendali Meski El Nino dan Tahun Ajaran Baru
Alih-alih didominasi lulusan pendidikan rendah, tingkat pengangguran tertinggi justru berasal dari lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 yang mencapai 7,19 persen. Posisi berikutnya ditempati lulusan SMK sebesar 7,02 persen dan SMA sebesar 6,22 persen. Sementara itu, lulusan SD ke bawah mencatat tingkat pengangguran paling rendah, yakni 0,51 persen.
Data ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi belum otomatis menjamin seseorang lebih cepat memperoleh pekerjaan, terutama di tengah dinamika kebutuhan pasar kerja.
BPS juga mencatat adanya peningkatan proporsi pekerja formal di Sumsel menjadi 38,32 persen, naik dibanding Februari 2026.
Namun demikian, mayoritas penduduk bekerja masih berada di sektor informal yang mencapai 61,68 persen, mulai dari pelaku usaha mandiri, pekerja keluarga, hingga pekerja bebas.
Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi menuju pekerjaan formal masih menjadi tantangan, meskipun terdapat tren perbaikan dibandingkan survei sebelumnya.
Gambaran Pasar Kerja Sumsel
Tag
Berita Terkait
-
Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?
-
Belum Capai Target 8 Persen, Ekonomi Sumsel Tumbuh Hanya 5,42 Persen, Ada Apa?
-
Fakta Miris! Perempuan Lulusan SMA & Kuliah di Sumsel Lebih Sulit Dapat Kerja dari Laki-Laki
-
Lebih Banyak Beli Rokok daripada Beras? Ini Fakta Mengejutkan Warga Sumsel
-
Mengejutkan! Angka Kesakitan Sumsel Naik Drastis, Tapi Laki-laki Lebih 'Kuat' dari Perempuan?
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar untuk Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan
-
Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit
-
Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur
-
Agus Rizal Divonis 1 Tahun 4 Bulan, Korupsi Perkimtan Palembang Rugikan Negara Rp1,68 Miliar
-
Sinergi Kilang Plaju dan R&P Sumatera Dorong Generasi Muda Jadi Agent of Change