SuaraSumsel.id - Sebuah fakta mengejutkan disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, di mana pengeluaran per kapita masyarakat Sumsel untuk rokok ternyata lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk beras.
Temuan ini menjadi sinyal keras bahwa tantangan pembangunan daerah bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyentuh perilaku dan kesadaran masyarakat.
Dalam kampanye edukatif menjelang Sensus Ekonomi 2026, BPS menyoroti urgensi perubahan pola hidup melalui data yang cukup mencengangkan.
Dalam waktu hanya satu minggu, masyarakat Sumatera Selatan rata-rata mengisap lebih dari 19 batang rokok per kapita! Angka ini berasal dari konsumsi rokok kretek filter sebanyak 14,10 batang, disusul rokok kretek tanpa filter sebanyak 5,30 batang, serta rokok putih 0,57 batang.
Tak hanya itu, konsumsi tembakau linting juga tercatat mencapai 0,02 ons, ditambah 0,15 satuan untuk rokok dan tembakau jenis lainnya.
Data ini mencerminkan tingginya ketergantungan terhadap produk tembakau di tengah masyarakat, dan menjadi peringatan keras akan pentingnya edukasi gaya hidup sehat yang lebih masif.
Jika dijumlahkan, konsumsi per minggu ini menunjukkan tingginya ketergantungan terhadap rokok dalam keseharian masyarakat Sumsel. Ironisnya, pengeluaran untuk kebutuhan pokok seperti beras justru lebih rendah dibandingkan rokok. Hal ini menyiratkan adanya urgensi untuk merefleksikan ulang prioritas konsumsi rumah tangga.
“Kita disadarkan bahwa pembangunan itu bukan cuma tentang pertumbuhan ekonomi, tapi juga bagaimana mengubah pola pikir masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya hidup sehat,” tulis Kepala BPS Sumsel, Wahyu Yulianto dalam kampanye visualnya.
Data ini seharusnya menjadi alarm bagi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga kalangan muda untuk mengampanyekan gaya hidup sehat dan mengurangi konsumsi rokok. Terlebih, dampak kesehatan dan ekonomi dari rokok sangat besar: mulai dari meningkatnya beban pembiayaan kesehatan hingga menurunnya produktivitas kerja.
Baca Juga: Jangan Asal Klik! Pinjol Ilegal Masih Mengintai di Sumbagsel, Ini Cara Aman Kelola Keuangan Digital
Ajakan BPS untuk “Yuk pikir ulang!” menjadi pesan moral yang kuat.
Hidup sehat bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga demi masa depan Sumatera Selatan yang lebih cerdas, sehat, dan produkti
Berita Terkait
-
Jangan Asal Klik! Pinjol Ilegal Masih Mengintai di Sumbagsel, Ini Cara Aman Kelola Keuangan Digital
-
Inflasi Sumsel Naik Tipis, Tapi Masih Aman! Ini Langkah Pemerintah Kendalikan Harga Pangan
-
Motivasi Langsung dari Gubernur, Ini Pesan Herman Deru untuk Generasi Muda Sumsel
-
Masih Ditahan, Kini Tersangka Lagi: Ini Profil Alex Noerdin dan 3 Kasus Korupsi Besarnya
-
Harga Naik Lagi, Emas hingga Cabai Jadi Biang Inflasi Sumsel Juni 2025
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?