SuaraSumsel.id - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,42 persen secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan II tahun 2025.
Berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel secara kuartalan (quarter-to-quarter), ekonomi Sumsel tumbuh 4,65 persen.
Kendati menunjukkan tren positif, capaian ini masih jauh dari target ambisius pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
BPS merilis dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 10,29 persen, didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan pulihnya sektor pariwisata pascapandemi.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,65 persen, mencerminkan geliat investasi, terutama pada sektor infrastruktur dan konstruksi.
Namun demikian, ketika dilihat dari sisi kuartalan, pertambangan dan penggalian justru menjadi motor utama pertumbuhan dengan lonjakan 10,04 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, belanja pemerintah mencatat pertumbuhan impresif sebesar 19,41 persen, yang mengindikasikan percepatan realisasi APBD pada kuartal ini.
BPS juga mencatat bahwa nilai PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) Sumsel pada Triwulan II-2025 mencapai Rp180,45 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) berada di angka Rp100,22 triliun.
Meski berbagai sektor menunjukkan geliat yang menggembirakan, namun pertumbuhan 5,42 persen belum cukup untuk mengatrol Sumsel ke arah target 8 persen yang diharapkan.
Faktor eksternal seperti harga komoditas global yang fluktuatif, ketergantungan pada sektor primer, serta belum optimalnya daya serap investasi sektor hilirisasi menjadi tantangan nyata.
Baca Juga: Kopi Asal Sumsel Diekspor ke Malaysia, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar
Ekonom dan pelaku usaha menilai bahwa untuk mendorong percepatan pertumbuhan, Sumsel harus mulai berani berinvestasi dalam diversifikasi sektor unggulan.
Tidak cukup hanya mengandalkan tambang dan konsumsi pemerintah.
Sektor manufaktur, digital, dan ekonomi kreatif harus mulai diberi ruang tumbuh, ditopang dengan reformasi birokrasi dan kemudahan izin usaha yang lebih progresif.
Tag
Berita Terkait
-
Kopi Asal Sumsel Diekspor ke Malaysia, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar
-
Jalan Khusus 26,4 Kilometer Dibangun, Ini Rute Lengkap Angkutan Batu Bara yang Hindari Jalan Umum
-
Listrik Padam di Sejumlah Kawasan Palembang Hari Ini, Cek Wilayah dan Jadwalnya
-
Kredit Usaha Rakyat Bank Sumsel Babel Tembus Rp557 Miliar, UMKM Sumsel Makin Bergeliat
-
Ngaben Massal di OKI: Harmoni Umat dan Warisan Budaya yang Menginspirasi Nusantara
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
Jelang HUT RI, Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Tambah Produksi Minyak 1.400 BOPD dari Tiga Sumur Baru
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu