- Andie Dinialdie berpotensi menjadi calon tunggal karena mengantongi dukungan tujuh belas DPD II Partai Golkar Sumatera Selatan.
- Dukungan mayoritas tersebut berasal dari pemegang suara terbanyak berdasarkan Juklak Musda XI Partai Golkar Sumatera Selatan.
- Ketua terpilih nanti harus mampu membawa partai meraih kemenangan pada Pemilu Legislatif dan Pilkada 2029.
SuaraSumsel.id - Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Selatan resmi dibuka oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (2/8/2026). Forum lima tahunan ini menjadi momentum penting bagi Partai Golkar untuk menentukan kepemimpinan baru di Sumatera Selatan sekaligus menyusun strategi menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilkada 2029.
Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan bahwa Musda bukan sekadar memilih ketua baru, tetapi juga menjadi titik awal konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten, kota, kecamatan, bahkan desa.
Ia mengingatkan bahwa setelah Musda tingkat provinsi selesai, agenda serupa akan dilanjutkan di seluruh DPD kabupaten dan kota, sebelum diteruskan dengan penguatan struktur kepengurusan hingga ke desa-desa.
Ketua Umum Partai Golkar itu juga berpesan kepada seluruh kader agar menjaga soliditas organisasi. Bagi kader yang maju sebagai calon ketua, Bahlil mengingatkan pentingnya memperhatikan organisasi partai di bawahnya, termasuk memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan organisasi.
Di tengah dimulainya Musda, perhatian justru tertuju pada dinamika pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sumsel yang mulai mengerucut.
Hingga pembukaan Musda, Andie Dinialdie, yang saat ini menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel, telah mengantongi dukungan dari seluruh 17 DPD II Partai Golkar kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Dukungan tersebut menempatkan Andie sebagai figur dengan basis dukungan terkuat menjelang proses pemilihan ketua. Kondisi itu juga membuat peluang munculnya kandidat pesaing semakin kecil.
Dominasi dukungan itu menjadi perhatian karena DPD II merupakan pemegang suara terbesar dalam Musda.
Sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Musyawarah Partai Golkar, Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel memiliki 23 hak suara. Rinciannya terdiri atas 17 suara dari DPD II kabupaten dan kota, satu suara DPD I Partai Golkar Sumsel, satu suara DPP Partai Golkar, satu suara Dewan Pertimbangan DPD I, satu suara Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), satu suara Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), serta satu suara kolektif dari organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan Partai Golkar di tingkat provinsi.
Baca Juga: Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?
Dengan dukungan penuh dari DPD II, posisi Andie dinilai berada di jalur terdepan dalam kontestasi pemilihan Ketua DPD Golkar Sumsel. Meski demikian, proses penetapan calon maupun pemilihan tetap akan mengikuti mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
Ketua Steering Committee (SC) Musda XI Golkar Sumsel Anita Noeringhati sebelumnya mengatakan Ketua Umum Partai Golkar memberikan target yang jelas kepada kepengurusan baru yang akan terpilih.
"Ketum Golkar mengamanatkan bahwa Ketua DPD Golkar Sumsel yang terpilih nantinya harus mampu memenangkan Pileg 2029 dan Pilkada 2029. Pemilu 2029 harus dimenangkan Golkar. Itu menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinan DPD Golkar Sumsel ke depan," ujar Anita.
Musda XI Golkar Sumsel kali ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi titik awal konsolidasi partai menjelang agenda politik 2029. Dengan peta dukungan yang telah mengerucut sejak awal, perhatian kini tertuju pada tahapan berikutnya, yakni penetapan calon dan proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sumsel.
Tag
Berita Terkait
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?
-
Mengapa Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Digeledah KPK di Kasus Audit Muara Enim?
-
Bobby Adhityo Rizaldi, Mantan Ketua Golkar Sumsel yang Didalami KPK di Kasus Muara Enim
-
Apa yang Terjadi dengan Pendidikan dan Infrastruktur di Sumsel hingga Picu Demo 'Sumsel Resah'?
-
Profil 4 Pimpinan DPRD Sumsel, Ini Rincian Anggaran Rumah Dinas Miliaran Masing-Masing
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?
-
KAI Divre III Palembang Salurkan TJSL Rp890 Juta, Perkuat Pembangunan Sosial di Sumsel
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?
-
Semen Baturaja Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar, Perkuat Ketahanan Energi Industri
-
Libatkan 2.500 Pekerja, Kilang Plaju Jalankan Pit Stop Demi Jaga Pasokan Energi Nasional