Tasmalinda
Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:15 WIB
PT Semen Baturaja ubah sampah jadi bahan bakar, perkuat ketahanan energi industri
Baca 10 detik
  • PT Semen Baturaja menerapkan bahan bakar alternatif berbasis sampah untuk mendukung transisi energi ramah lingkungan.
  • Perusahaan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan swasta untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.
  • Inisiatif ini berhasil mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir dan menekan emisi karbon industri.

SuaraSumsel.id - PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) terus memperkuat langkah menuju industri semen yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif berbasis sampah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung transisi energi dan ekonomi sirkular di Indonesia.

Pemanfaatan RDF memungkinkan sampah yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) diolah menjadi sumber energi bagi proses produksi semen. Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan energi serta menekan emisi karbon dari sektor industri.

Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya menegaskan penggunaan bahan bakar alternatif merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam mendukung industri semen yang lebih berkelanjutan.

"Pemanfaatan bahan bakar alternatif menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi perusahaan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi. Kami meyakini kolaborasi dengan berbagai pihak akan mempercepat terwujudnya industri yang lebih hijau dan berdaya saing," ujarnya.

Dorong Ekonomi Sirkular

Pemanfaatan RDF juga memperkuat konsep ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah yang sebelumnya tidak bernilai menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi industri.

Semen Baturaja memandang pengelolaan sampah tidak lagi hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga peluang menciptakan nilai tambah melalui penyediaan bahan bakar alternatif yang mampu mendukung keberlanjutan operasional perusahaan. Pendekatan ini juga menjadi salah satu strategi perusahaan dalam meningkatkan penggunaan Alternative Fuel and Raw Material (AFR) sebagaimana tercantum dalam komitmen keberlanjutannya.

Kolaborasi Percepat Pengelolaan Sampah

Implementasi RDF turut didukung kolaborasi antara Semen Baturaja, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dan mitra swasta untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Baca Juga: Komisaris Utama Pertamina Apresiasi Kesiapan Kilang Plaju Jadi Pelopor Green Refinery

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern sekaligus menyediakan pasokan energi alternatif bagi industri semen. Selain mengurangi beban TPA, model ini membuka peluang lahirnya ekonomi baru berbasis pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Bagi Semen Baturaja, penggunaan RDF bukan sekadar inovasi operasional, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca dan transisi menuju industri rendah karbon.

Melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif, perusahaan optimistis dapat menjaga keandalan pasokan energi, meningkatkan efisiensi produksi, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan industri yang lebih berkelanjutan.

Load More