ilustrasi main hakim sendiri. Sebelum tragedi Bali, deretan kasus main hakim sendiri di Sumsel sudah berulang kali terjadi
Baca 10 detik
- Kasus dugaan pencurian ayam berujung kematian di Bali memicu perdebatan mengenai bahaya praktik main hakim sendiri.
- Warga di Palembang dan OKU Selatan melakukan penganiayaan terhadap terduga pelaku kejahatan hingga ada yang meninggal.
- Aparat kepolisian menegaskan bahwa tindakan kekerasan oleh massa merupakan pelanggaran hukum yang harus diproses secara pidana.
Dalam sistem hukum Indonesia, seseorang yang diduga melakukan tindak pidana tetap memiliki hak untuk diproses melalui mekanisme hukum. Tindakan penganiayaan, pengeroyokan, atau kekerasan oleh massa justru dapat menimbulkan tindak pidana baru bagi pelakunya.
Berbagai kasus di Sumatera Selatan memperlihatkan pola yang hampir sama: dugaan pelanggaran hukum memicu kemarahan warga, lalu berubah menjadi aksi kekerasan yang akhirnya juga harus ditangani aparat penegak hukum.
Peristiwa di Bali menjadi pengingat bahwa penegakan hukum tidak dapat digantikan oleh aksi massa. Dugaan tindak pidana harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan persidangan, bukan melalui penghukuman di tempat.
Berita Terkait
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Mengapa Mafia BBM di Sumsel Tak Kunjung Habis? Polisi Bongkar 96 Kasus dalam 7 Bulan
-
Tak Sekadar Modal, OJK dan Pemprov Sumsel Siapkan Jalan 100.000 Sultan Muda Tembus Pasar
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?