Tasmalinda
Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB
Gubernur Herman Deru berbagi pengalamannya memulai usaha dan bisnis
Baca 10 detik
  • Gubernur Sumsel Herman Deru membagikan kisah perjuangannya dari pedagang jagung hingga sukses memiliki lima SPBU sebelum usia 35 tahun.
  • Pengalaman tersebut disampaikan kepada ribuan calon wirausaha muda di Palembang pada Jumat, 24 Juli 2026, untuk memotivasi mereka.
  • Ia mengenalkan prinsip 3K yaitu konsisten, konsekuen, dan kecepatan agar pengusaha muda mampu bertahan di tengah persaingan global.

SuaraSumsel.id - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membagikan kisah perjalanan hidupnya dari seorang pedagang jagung hingga menjadi pengusaha yang memiliki lima stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sebelum berusia 35 tahun. Pengalaman tersebut ia sampaikan sebagai motivasi kepada ribuan calon wirausaha muda agar tidak takut memulai usaha dari bawah.

Menurut Herman Deru, kesuksesan dalam dunia usaha tidak datang secara instan. Banyak orang mampu memulai bisnis, tetapi tidak semuanya mampu mempertahankan dan mengembangkannya ketika menghadapi perubahan pasar maupun persaingan yang semakin ketat.

Karena itu, ia memperkenalkan prinsip 3K, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan, sebagai bekal utama bagi pengusaha muda agar mampu bertahan di tengah persaingan global.

"Konsisten saja belum cukup. Yang lebih penting adalah konsekuen terhadap komitmen yang sudah dibangun. Citra atau reputasi usaha juga sangat penting. Dan yang terakhir adalah kecepatan, yakni kemampuan mengikuti perkembangan dunia bisnis agar tetap relevan dan kompetitif," kata Herman Deru saat menjadi narasumber dalam Bincang Santai Sultan Muda di Pempek Mama Musi, Palembang, Jumat (24/7/2026).

Pernah Jual Jagung hingga Bersihkan Sasis Mobil

Di hadapan para peserta Program Sultan Muda Sumsel, Herman Deru mengisahkan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai jauh sebelum dirinya dikenal sebagai kepala daerah.

Ia mengaku pernah berkeliling menjual jagung hingga ke kawasan Soak Simpur demi mencari pembeli. Tidak hanya itu, ia juga pernah bekerja membersihkan sasis kendaraan.

"Orang melihat saya sekarang sudah sukses. Tapi orang tidak tahu, dulu saya pernah jual jagung ke mana-mana sampai ke Soak Simpur mencari pembeli. Saya juga pernah membersihkan sasis mobil," ujarnya.
Menurut Herman Deru, pengalaman tersebut mengajarkan bahwa tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil selama dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Kerja keras yang dijalaninya sejak muda, kata Herman Deru, perlahan membuahkan hasil. Ia mengungkapkan bahwa pada usia 35 tahun telah memiliki lima SPBU. Selain itu, usahanya juga terlibat dalam sejumlah proyek infrastruktur besar, termasuk pembangunan landasan pacu Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dan Jalan Tol Cipularang.

Baca Juga: Penantian Panjang Tanjung Carat Berakhir, Pelabuhan Ditarget Mulai Dibangun September 2026

Baginya, keberhasilan tersebut lahir dari keberanian mengambil peluang, menjaga kepercayaan, dan terus beradaptasi dengan perubahan.

Dalam paparannya, Herman Deru menilai banyak pelaku usaha gagal berkembang karena berhenti pada tahap konsisten tanpa berani beradaptasi.

Ia menekankan bahwa seorang pengusaha harus konsekuen terhadap komitmen yang telah dibangun serta mampu bergerak cepat mengikuti perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan dinamika pasar.

Menurutnya, kecepatan mengambil keputusan kini menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan persaingan bisnis.

Herman Deru juga mengapresiasi perkembangan komunitas Sultan Muda Sumsel yang kini telah memiliki lebih dari 10.700 anggota.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, lanjutnya, akan terus memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui pelatihan, coaching clinic, kemudahan akses pembiayaan, dan pembukaan akses pasar.

Load More