- Hingga Mei 2026, transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp122 triliun dengan 22,4 juta pengguna didominasi generasi muda.
- Sektor aset kripto telah menyumbang penerimaan negara sebesar Rp2,06 triliun sejak Mei 2022 hingga Mei 2026.
- OJK mendorong peningkatan literasi keuangan generasi muda agar mampu mengelola risiko investasi kripto secara lebih bijak.
SuaraSumsel.id - Di tengah fluktuasi harga aset digital yang kerap naik turun, minat masyarakat Indonesia terhadap investasi kripto ternyata belum surut. Bahkan, generasi muda kini menjadi kelompok yang paling aktif mendorong pertumbuhan pasar aset digital di Tanah Air.
Fenomena tersebut tercermin dari data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga Mei 2026, nilai transaksi aset kripto di Indonesia telah mendekati Rp122 triliun, hanya dalam lima bulan pertama tahun ini. Jumlah akun konsumen aset kripto juga terus bertambah hingga mencapai 22,4 juta, dengan mayoritas pengguna berasal dari kalangan generasi muda.
Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa aset kripto masih menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik perhatian masyarakat, meski dikenal memiliki risiko tinggi akibat pergerakan harga yang sangat fluktuatif.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengatakan perkembangan teknologi telah membuka akses yang semakin luas bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan digital. Namun, menurutnya, kemudahan tersebut harus dibarengi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
"Di era sekarang, tidak cukup hanya cakap menggunakan teknologi, kita juga harus cerdas mengelola keuangan dan siap berkarya serta berwirausaha, sehingga dapat mendukung kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Adi saat membuka Sultan Muda Fair 2026 di Palembang, Senin (6/7/2026).
Menurut Adi, OJK terus mendorong pengembangan inovasi keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Perlindungan konsumen tetap menjadi fondasi utama agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai produk keuangan digital tanpa mengabaikan aspek keamanan dan risiko.
Selain mencatat lonjakan transaksi, industri aset kripto juga mulai memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. OJK menyebutkan, sejak Mei 2022 hingga Mei 2026 sektor aset kripto telah menyumbang sekitar Rp2,06 triliun ke kas negara melalui berbagai penerimaan yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan aset digital.
Data tersebut memperlihatkan bahwa ekosistem aset kripto di Indonesia terus berkembang. Namun, OJK mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan tren sebagai satu-satunya alasan berinvestasi.
Literasi keuangan dinilai menjadi kunci agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memahami karakter investasi aset digital, termasuk peluang keuntungan maupun risiko kerugiannya.
Baca Juga: Gagal KPR Bukan Soal Gaji, Ini 5 Cara Memperbaiki BI Checking agar Disetujui Bank Terbaru 2026
Penguatan literasi keuangan itu menjadi salah satu fokus dalam Sultan Muda Fair 2026, yang mengusung tema "Cakap Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya". Melalui kegiatan tersebut, OJK bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong generasi muda agar tidak hanya akrab dengan teknologi digital, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara sehat dan produktif.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan daerahnya memiliki sekitar 600 ribu pelaku UMKM yang menjadi modal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital.
Ia berharap semakin banyak anak muda memanfaatkan teknologi untuk membangun usaha dan memperluas pasar, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi.
Tag
Berita Terkait
-
Gagal KPR Bukan Soal Gaji, Ini 5 Cara Memperbaiki BI Checking agar Disetujui Bank Terbaru 2026
-
Dana Warga Sumsel Sempat Raib karena Scam, Rp541 Juta Akhirnya Berhasil Kembali
-
OJK: Reputasi dan Tata Kelola Jadi Fondasi Bank Sumsel Babel
-
Kredit UMKM Sumsel Capai Rp41,3 Triliun, OJK Ungkap 7 Indikator Penguatan Ekonomi Daerah
-
Mengapa Warga Sumsel Mudah Tertipu? Kerugian Penipuan Online Tembus Rp100 Miliar di 2025
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Nilai Transaksi Kripto Nyaris Rp122 Triliun dalam 5 Bulan, Anak Muda Jadi Penggerak Utama
-
PTBA Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim, Tebar Ribuan Benih Ikan Pulihkan Ekosistem
-
Perwali Tolak LGBT Diusulkan di Palembang, Akankah Pemkot Mengabulkannya?
-
Mayat Perempuan Mengapung di Sungai Musi Bikin Heboh, Ini Ciri-ciri Korban yang Dicari Polisi
-
Viral Isu Pengendara Belum Bayar Pajak Ditilang di SPBU, Satlantas Palembang Akhirnya Buka Suara