- Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil mengembalikan dana korban penipuan digital di Sumatera Selatan senilai Rp541 juta.
- Modus penipuan semakin canggih, bahkan menggunakan teknologi AI untuk memanipulasi suara melalui WhatsApp seperti kasus di Lahat.
- OJK mengimbau masyarakat segera melapor jika menjadi korban agar pelacakan dan pemblokiran dana oleh IASC dapat segera dilakukan.
SuaraSumsel.id - Kejahatan penipuan digital atau scam kini semakin merajalela dan membuat banyak masyarakat kehilangan uang dalam waktu singkat. Dengan berbagai modus yang semakin canggih, pelaku mampu menipu korban melalui telepon, media sosial, hingga aplikasi pesan instan.
Di Sumatera Selatan, sejumlah warga bahkan sempat mengalami kejadian pahit ketika dana mereka raib akibat penipuan digital. Namun kabar baiknya, sebagian dana tersebut berhasil diselamatkan.
Melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), dana korban penipuan di Sumatera Selatan senilai Rp541 juta berhasil dikembalikan.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan, Arifin Susanto, mengatakan maraknya penipuan digital membuat banyak masyarakat menjadi korban tanpa disadari.
Menurutnya, pelaku kini menggunakan berbagai cara untuk membuat korban percaya sehingga bersedia mentransfer uang. “Kejahatan scam sekarang berkembang sangat cepat. Pelaku memanfaatkan teknologi digital dengan berbagai modus untuk menipu masyarakat,” kata Arifin.
Ia menjelaskan, sebagian korban bahkan baru menyadari telah ditipu setelah uang di rekening mereka sudah berpindah ke rekening pelaku.
Arifin mengungkapkan, salah satu kasus yang sempat terjadi di Kabupaten Lahat pada pertengahan Desember 2025 menunjukkan betapa canggihnya modus penipuan yang digunakan pelaku.
Dalam kasus tersebut, seorang orang tua menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai anaknya.
Pelaku menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memanipulasi gambar dan suara melalui aplikasi WhatsApp sehingga terdengar sangat meyakinkan.
Baca Juga: Cuma Rp25 Ribu, Kartu BSB Cash Sumsel United Ini Bisa Dipakai di LRT, Bandara sampai Tol
“Pelaku bahkan sudah melakukan profiling terhadap korban sebelum menjalankan aksinya. Jadi mereka mengetahui informasi pribadi korban sehingga penipuan terlihat sangat meyakinkan,” ujar Arifin.
Kondisi inilah yang membuat banyak korban tidak menyadari bahwa mereka sedang ditipu.
Dana Korban Berhasil Diselamatkan
OJK bersama berbagai lembaga membentuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Lembaga ini berfungsi menerima laporan masyarakat, menelusuri aliran dana, hingga berkoordinasi dengan perbankan untuk memblokir rekening pelaku penipuan.
Di Sumatera Selatan sendiri, upaya tersebut berhasil membantu mengembalikan dana korban scam hingga Rp541 juta dari lebih dari Rp700 juta yang dipindah rekeningkan.
Arifin mengatakan keberhasilan ini menunjukkan bahwa laporan masyarakat sangat penting agar dana korban bisa segera dilacak sebelum berpindah ke rekening lain. “Semakin cepat korban melapor, semakin besar peluang dana dapat diblokir dan diselamatkan,” katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Mengapa Warga Sumsel Mudah Tertipu? Kerugian Penipuan Online Tembus Rp100 Miliar di 2025
-
Penipuan Keuangan Online Meledak di Sumsel Sepanjang 2025, Kerugian Tembus Rp100 Miliar
-
7 Modus Penipuan E-Wallet untuk Cegah Saldo Lenyap bagi Pengguna Harian
-
Cek Fakta: Viral Link Pendaftaran Kartu Prakerja 2025, Benarkah?
-
Cek Fakta: Warga Diiming-Imingi Bansos Rp2 Juta lewat Link Online, Benarkah dari Kemensos?
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap