- Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK menjadi penentu utama persetujuan KPR oleh bank bagi calon debitur rumah.
- Debitur wajib melunasi tunggakan serta konsisten membayar cicilan tepat waktu untuk memperbaiki riwayat kredit yang buruk.
- Nasabah harus memantau skor SLIK OJK secara berkala guna memastikan validitas data dan mengurangi beban utang aktif.
SuaraSumsel.id - Punya rumah sendiri masih jadi mimpi besar banyak orang. Tapi di balik brosur perumahan dan simulasi cicilan yang tampak ringan, ada satu “gerbang tak terlihat” yang sering jadi penentu yakni skor BI Checking—yang kini dikenal sebagai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK OJK).
Banyak pengajuan KPR ditolak bukan karena gaji kurang, tapi karena riwayat kredit yang bermasalah. Kabar baiknya, skor ini bisa diperbaiki. Dan semakin cepat Anda bertindak, semakin besar peluang lolos saat mengajukan KPR.
1. Lunasi Tunggakan, Jangan Ditunda Lagi
Langkah pertama ini tidak bisa ditawar. Jika Anda masih memiliki cicilan macet—baik itu kartu kredit, pinjaman online, atau kredit kendaraan—segera lunasi.
Dalam sistem Otoritas Jasa Keuangan, keterlambatan pembayaran akan tercatat dan memengaruhi kolektibilitas kredit Anda. Status buruk seperti “Kol 3, 4, atau 5” bisa menjadi alasan utama bank menolak KPR.
Semakin cepat dilunasi, semakin cepat pula status Anda membaik.
2. Rutin Bayar Cicilan Tepat Waktu
Setelah tunggakan beres, tantangan berikutnya adalah konsistensi. Bank ingin melihat pola: apakah Anda disiplin atau tidak.
Minimal selama 3–6 bulan, pastikan semua cicilan dibayar tepat waktu tanpa telat satu hari pun. Ini akan membentuk rekam jejak baru yang lebih sehat di sistem SLIK.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Perumahan Dekat Tol di Palembang, Cocok untuk yang Sering ke Lampung
3. Kurangi Beban Utang Aktif
Terlalu banyak cicilan aktif bisa menjadi “alarm” bagi bank. Meski Anda tidak pernah telat, rasio utang yang terlalu besar dibanding penghasilan tetap jadi pertimbangan.
Idealnya, total cicilan Anda tidak lebih dari 30–40 persen dari penghasilan bulanan. Jika lebih, pertimbangkan untuk melunasi sebagian utang sebelum mengajukan KPR.
4. Tutup Pinjaman yang Tidak Perlu
Banyak orang tidak sadar masih memiliki akun kredit aktif yang jarang digunakan—misalnya kartu kredit lama atau limit pinjaman online.
Padahal, ini tetap tercatat dan bisa memengaruhi penilaian bank. Menutup fasilitas kredit yang tidak diperlukan bisa membantu memperbaiki profil keuangan Anda secara keseluruhan.
Tag
Berita Terkait
-
6 Rekomendasi Perumahan Dekat Tol di Palembang, Cocok untuk yang Sering ke Lampung
-
7 Perumahan di Palembang 2026 dengan Promo DP 0 Persen, Kesempatan Punya Rumah Tanpa Uang Muka
-
Lelang Aset Bank Sumsel Babel 2026 Dibuka, Ini Jadwal & Cara Dapat Properti Legal Terjangkau
-
Uang 100 Juta di Palembang, Mending Beli Mobil Bekas atau Investasi Rumah?
-
Modal Rp1 Miliar Bisa Jadi Juragan Kos di Palembang? Cek Dulu Hitungan Untung-Ruginya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?