- Kredit UMKM Sumatera Selatan mencapai Rp41,3 triliun, menjadi penggerak utama perekonomian daerah sepanjang 2025.
- Total kredit perbankan tumbuh 5,91 persen, sementara industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan kredit paling agresif.
- Kepercayaan masyarakat terjaga dengan DPK naik 6,51 persen, dan minat pasar modal tumbuh signifikan lebih dari 43 persen.
SuaraSumsel.id - Kinerja sektor jasa keuangan di Sumatera Selatan menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis Januari 2026 menggambarkan bagaimana stabilitas perbankan, pembiayaan UMKM, fintech, hingga pasar modal berperan besar menopang ekonomi daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyebut capaian tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha yang tetap terjaga, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Sumsel ke depan.
Berikut 7 fakta terbaru sektor keuangan Sumatera Selatan yang menjelaskan mengapa ekonomi daerah terus menguat:
1. Kredit UMKM Tembus Rp41,3 Triliun, Tulang Punggung Ekonomi Daerah
Penyaluran kredit UMKM di Sumatera Selatan mencapai Rp41,34 triliun, atau sekitar 32,46 persen dari total kredit perbankan. Angka ini menegaskan UMKM bukan sekadar pelengkap, melainkan penggerak utama ekonomi rakyat.
UMKM di Sumsel tersebar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, industri pengolahan, hingga jasa. Besarnya kredit yang mengalir menunjukkan perbankan masih melihat UMKM sebagai sektor produktif dan layak dibiayai.
“UMKM tetap menjadi sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel. Perbankan masih memberi ruang besar bagi pembiayaan sektor produktif,” ujar Arifin Susanto.
2. Total Kredit Perbankan Terus Tumbuh, Aktivitas Ekonomi Menggeliat
Secara keseluruhan, total kredit perbankan di Sumatera Selatan mencapai Rp127,34 triliun pada November 2025, tumbuh 5,91 persen secara tahunan (year on year).
Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan, baik untuk investasi, modal kerja, maupun konsumsi. OJK menilai kondisi tersebut sebagai sinyal aktivitas ekonomi yang tetap bergerak positif, meski dihadapkan pada tantangan global.
Baca Juga: Banjir OKI Belum Aman, BPBD Sumsel Peringatkan Ancaman Susulan dan Imbau Warga Waspada
Arifin menegaskan, fungsi intermediasi perbankan berjalan efektif, menyalurkan dana masyarakat ke sektor-sektor produktif.
3. Industri Pengolahan Tumbuh Paling Agresif, Sinyal Hilirisasi Menguat
Dari sisi sektoral, industri pengolahan mencatat pertumbuhan kredit tertinggi, yakni 12,52 persen (yoy). Angka ini menjadi indikator kuat bahwa proses hilirisasi dan industrialisasi di Sumsel mulai menunjukkan hasil.
Pertumbuhan industri pengolahan juga membuka peluang besar bagi UMKM berbasis produksi, seperti pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan pangan lokal.
Menurut OJK, sektor ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
4. Dana Masyarakat di Bank Terus Meningkat, Kepercayaan Terjaga
Tag
Berita Terkait
-
Keuangan Daerah Cekak? DPRD dan Pemprov Sumsel Bentuk Pansus Cari Tambahan PAD
-
Pertamina Adera Field Temukan Sumur Minyak Baru, Peran Sumsel Kembali Jadi Sorotan
-
Mengapa Warga Sumsel Mudah Tertipu? Kerugian Penipuan Online Tembus Rp100 Miliar di 2025
-
Penipuan Keuangan Online Meledak di Sumsel Sepanjang 2025, Kerugian Tembus Rp100 Miliar
-
Ngobrol Santai OJK Sumsel: Pangsa Keuangan Syariah Masih Satu Digit, Ini Tantangannya
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
5 Fakta Sumur Minyak Ilegal di Hindoli: 3 Tersangka Ditangkap, Dugaan Penyalahgunaan HGU Disorot
-
5 Fakta CFD Ampera Palembang, Ramai Diserbu Warga tapi Picu Macet, Ini yang Terjadi
-
Pengusaha Kopi Dikhianati Menantu Sendiri, Rp4,7 Miliar Raib, Diduga Mengalir ke Wanita Lain
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu