Harga Karet Sumsel tetap di atas Rp40 Ribu saat dolar menguat, kok petani belum lega?
Baca 10 detik
- Harga karet di Sumatera Selatan bertahan di atas Rp40 ribu per kilogram sepanjang Juni karena penguatan nilai tukar dolar Amerika.
- Penurunan produktivitas kebun rakyat akibat faktor cuaca dan tanaman tua menghambat potensi keuntungan maksimal bagi para petani karet.
- Petani dengan kualitas bokar rendah menerima harga jauh di bawah acuan pasar sehingga tidak sepenuhnya menikmati tren kenaikan harga.
Meski harga sedang bagus, tantangan terbesar industri karet Sumsel saat ini bukan lagi soal pasar, melainkan produktivitas kebun.
Jika produksi terus menurun akibat tanaman tua, minim peremajaan, dan berkurangnya pasokan dari petani rakyat, maka peluang menikmati momentum harga tinggi bisa terlewat begitu saja.
Bagi petani, harga Rp40 ribu per kilogram memang menjadi kabar baik. Namun tanpa peningkatan produksi dan kualitas bokar, penguatan harga akibat dolar yang naik belum tentu langsung berubah menjadi peningkatan kesejahteraan.
Berita Terkait
-
Sawit dan Karet Kuasai 2,8 Juta Hektare, Mengapa PAD Sumsel Belum Maksimal?
-
'Kalau Dolar Terus Naik, Kami Bisa Susah', Pedagang dan Peternak di Sumsel Mulai Khawatir
-
Waswas! Tarif AS Ancam Masa Depan Ekspor Karet Sumsel
-
Ekspor Karet Sumsel Terancam Tarif AS, Pengusaha Desak Perundingan Dagang
-
Harga Karet Naik! KKK 100 Persen Tembus Rp33.516, Ini Daftar Lengkap Terbaru
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
BEM Unsri Akhirnya Turun Aksi Kritisi Pemerintahan Prabowo, Bawa 8 Tuntutan
-
EcoGrow Mom, Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera