SuaraSumsel.id - Kabar baik bagi petani karet, harga karet pada Jumat, 21 Februari 2025, mengalami kenaikan. Berdasarkan data pasar SGX - Sicom, harga karet mencapai US Cent 206.1/Kg, dengan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berada di angka Rp16.262 per USD.
Dengan kondisi tersebut, harga Karet Kering Kadar Karet (KKK) 100 persen mengalami kenaikan sebesar Rp331 per kilogram, sehingga menjadi Rp33.516/Kg.
Berikut rincian lengkap harga karet berdasarkan kadar KKK:
KKK 100%: Rp33.516,-/Kg (Naik Rp331,-/Kg)
KKK 70%: Rp23.461,-/Kg
KKK 60%: Rp20.110,-/Kg
KKK 50%: Rp16.758,-/Kg
KKK 40%: Rp13.406,-/Kg
KKK 30%: Rp10.055,-/Kg
Perlu dicatat, harga di atas belum termasuk potongan biaya produksi yang biasa dikenakan kepada petani.
Kenaikan Harga Karet, Sinyal Positif bagi Petani?
Kenaikan harga karet ini disambut positif oleh petani di berbagai daerah, terutama di Sumatera dan Kalimantan, yang selama ini mengandalkan karet sebagai sumber pendapatan utama.
Menurut sejumlah analis, kenaikan harga karet ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
- Permintaan Global Meningkat
- Harga karet di pasar internasional cenderung naik karena meningkatnya permintaan dari industri otomotif dan manufaktur, terutama di China dan Amerika Serikat.
- Produksi karet di beberapa negara produsen mengalami penurunan akibat faktor cuaca yang kurang mendukung, sehingga mempengaruhi harga di pasar dunia.
- Dengan kurs Rp16.262 per USD, harga karet dalam rupiah otomatis lebih tinggi dibandingkan saat nilai tukar lebih kuat.
Tantangan bagi Petani Karet
Baca Juga: Kurs Rupiah dan Permintaan Global Dorong Kenaikan Harga Karet di Sumsel
Meskipun harga karet mengalami kenaikan, petani tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan, di antaranya:
- Biaya produksi yang tinggi, termasuk biaya pupuk, perawatan pohon karet, serta tenaga kerja.
- Fluktuasi harga global, yang sewaktu-waktu bisa kembali menurun.
- Kualitas produksi, yang berpengaruh pada harga jual di tingkat pengepul atau pabrik.
- Harapan Petani dan Prediksi Harga ke Depan
Petani berharap tren kenaikan harga ini terus berlanjut, terutama menjelang pertengahan 2025. Namun, mereka juga menginginkan adanya dukungan dari pemerintah, baik dalam bentuk subsidi, akses pasar, maupun stabilisasi harga.
Beberapa analis memperkirakan bahwa harga karet masih berpotensi naik dalam beberapa bulan ke depan, tergantung pada kondisi ekonomi global dan kebijakan perdagangan di negara-negara pengimpor utama.
Bagi para petani, menjaga kualitas produksi dan mengikuti perkembangan pasar menjadi kunci untuk mendapatkan harga jual terbaik.
Berita Terkait
-
Kurs Rupiah dan Permintaan Global Dorong Kenaikan Harga Karet di Sumsel
-
Cuaca Panas Bikin Produksi Karet Sumsel Turun tapi Harganya Naik Rp256 Per Kilogram
-
Harga Karet di Sumsel Kian Merosot, Ekonomi Makin Sulit
-
Ini Alasan Petani Sumsel Enggan Remajakan Kebun Karet: Harga Jual Kian Tak Menguntungkan
-
Harga BBM Naik Tapi Harga Karet di Sumsel Malah Turun
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
Terkini
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
Pupuk Subsidi Dijarah, Polisi Bongkar Dugaan Penyelundupan di Palembang
-
Besok Listrik Padam di Palembang, PLN Jadwalkan Pemadaman Kamis dan Sabtu
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
-
7 Foundation Pilihan MUA untuk Makeup Pernikahan yang Tahan Lama