- Seorang santri di pondok pesantren Jakabaring, Palembang, diduga dianiaya ustaz hingga mengalami mata lebam pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
- Orangtua korban melaporkan dugaan penganiayaan tersebut secara resmi ke SPKT Polda Sumsel pada Minggu, 2 Agustus 2026.
- Polda Sumsel menyatakan laporan tersebut telah diterima dan penyidik Subdit II sudah mendatangi lokasi kejadian perkara.
SuaraSumsel.id - Video seorang santri dengan kondisi mata lebam menjadi sorotan di media sosial. Santri tersebut disebut menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang ustaz di salah satu pondok pesantren (ponpes) kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.
Kasus tersebut kini ditangani Polda Sumsel setelah orangtua korban membuat laporan polisi.
Dalam video yang beredar, terlihat bagian sekitar mata korban mengalami lebam. Video tersebut disebut mulai ramai beredar di media sosial pada Kamis (6/8/2026).
Namun, dugaan penganiayaan terhadap korban berinisial RFA alias A itu disebut terjadi beberapa hari sebelumnya, tepatnya Sabtu (1/8/2026).
Peristiwa tersebut disebut berlangsung ketika pihak pondok pesantren sedang menggelar kegiatan tasyakuran.
Orangtua korban, Lukman Hakim (42), kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke SPKT Polda Sumsel pada Minggu (2/8/2026).
Direktur Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel Kombes Andes Purwanti membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut Andes, perkara itu kini ditangani Subdit II Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel. Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan dan mendatangi lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP).
“Laporan sudah masuk Subdit II yang menangani kasusnya dan sudah dilakukan pemeriksaan. Anggota juga sudah ke TKP kemarin,” ujar Andes, Sabtu (8/8/2026).
Kronologi Santri Diduga Dipukul hingga Mata Lebam
Berdasarkan laporan yang dibuat orangtua korban, dugaan penganiayaan bermula ketika terlapor berinisial D yang disebut sebagai ustaz atau guru di ponpes meminta korban bersama seorang temannya masuk ke masjid untuk mengikuti kegiatan tasyakuran.
Situasi kemudian disebut berubah ketika D diduga marah kepada teman korban. Dalam laporan tersebut, D disebut sempat menampar teman korban. Korban yang melihat kejadian itu kemudian diduga dianggap menantang terlapor.
D disebut kemudian menegur korban. Korban menjawab bahwa dirinya tidak bermaksud menantang terlapor.
Namun, berdasarkan keterangan yang tercantum dalam laporan, korban kemudian diduga dipukul sebanyak dua kali.
Pukulan tersebut disebut mengenai bagian mata korban. Akibat kejadian itu, korban disebut terduduk sebelum kemudian dibawa ke kamar.
Setelah kejadian, korban kemudian menceritakan apa yang dialaminya kepada orangtuanya.
Tag
Berita Terkait
-
Rekonstruksi Kasus Dugaan Penganiayaan Santri Gontor Asal Palembang: Pelaku Akui Memukul Dan Menendang
-
Ponpes Gontor Diminta Bertanggungjawab Juga Pada Santri Korban Penganiayaan yang Alami Luka-Luka
-
Menteri PPPA Hubungi Ibu Santri Gontor Korban Dugaan Penganiayaan, Beri Pendampingan Psikolog
-
Dua Senior Jadi Tersangka, Ibu Santri Gontor: Ingin Lihat Wajah Mereka, Begitu Tega Pada Anak Saya
-
Gubernur Herman Deru Datangi Rumah Orang Tua Santri Gontor Korban Dugaan Penganiayaan
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135
-
Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare
-
Kronologi Santri di Jakabaring Diduga Dianiaya Ustaz hingga Mata Lebam, Dilaporkan ke Polisi