- Peneliti Tedjo Sukmono menyatakan spesies ikan di Sungai Batanghari menyusut dari sekitar 300 menjadi 135 jenis.
- Petani di Muaro Jambi melaporkan puluhan ton ikan keramba mati setiap bulan akibat pencemaran dan kemarau.
- DPRD Jambi Ivan Wirata menyebut kekeruhan air sungai mencapai 1.400 NTU akibat aktivitas pertambangan dan limbah.
SuaraSumsel.id - Puluhan ton ikan mati setiap bulan di keramba warga bukan satu-satunya tanda memburuknya kondisi Sungai Batanghari. Di balik ikan-ikan yang mati, terdapat persoalan yang jauh lebih panjang: keanekaragaman ikan di sungai terpanjang di Sumatera itu disebut terus menyusut.
Peneliti ikan Sumatra sekaligus dosen Ilmu Biologi Universitas Jambi, Tedjo Sukmono, menyebut jumlah spesies ikan di Sungai Batanghari mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data yang disampaikannya, pada periode 1986-1994 Sungai Batanghari masih memiliki sekitar 300 spesies ikan.
Namun, hasil penelitian pada 2023 menunjukkan jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 135 jenis.Artinya, dalam rentang penelitian tersebut, jumlah spesies yang tercatat berkurang lebih dari separuh.
Kondisi ini disampaikan Tedjo ketika menyoroti kematian ikan secara massal di keramba petani di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.
Di tingkat petani, dampak kerusakan sungai terasa secara langsung. Petani keramba di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jaluko, Musa Yusuf, mengatakan tingkat kematian ikan meningkat dalam sekitar tiga bulan terakhir.
Dari ikan yang ditebar, ia memperkirakan hanya sekitar 10 persen yang mampu bertahan hidup. “Untuk Kecamatan Jaluko saja mungkin ada puluhan ton ikan mati setiap bulan,” kata Musa, sebagaimana dikutip dari laporan ANTARA.
Keramba warga tersebar di sejumlah desa, antara lain Sungai Duren, Sarang Burung, Mendalo Laut dan Pematang Jering. Wilayah tersebut menjadi salah satu sentra budidaya ikan air tawar di Jambi, dengan ikan mas dan nila sebagai komoditas yang banyak dibudidayakan.
Air Sungai Makin Keruh
Kondisi Sungai Batanghari juga disorot dari sisi kualitas air. Anggota DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata mengatakan persoalan pencemaran merupakan akumulasi masalah dari hulu hingga hilir.
Baca Juga: Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
Ia menyebut sejumlah faktor yang diduga berkontribusi, mulai dari aktivitas pertambangan ilegal, limbah rumah tangga dan industri hingga abrasi akibat minimnya penghijauan.
Salah satu indikator yang disebut adalah tingkat kekeruhan air baku.
Berdasarkan laporan perusahaan air minum (PDAM) yang disampaikan Ivan, tingkat kekeruhan air mencapai 1.400 NTU, sementara batas normal yang disebut berada di kisaran 250-300 NTU.
Artinya, angka tersebut hampir empat kali lipat dari kisaran normal yang disebutkan.
Kemarau Memperburuk Kondisi
Kematian ikan juga terjadi ketika debit Sungai Batanghari menyusut akibat musim kemarau. Musa mengatakan fenomena tersebut semakin terasa dalam tiga bulan terakhir.
Tag
Berita Terkait
-
Rp144,82 Miliar Raib, Begini Kronologi Pembobolan 6.609 Rekening Bank Jambi
-
Viral Digerebek Istri di Kamar Kos dengan Wanita Lain, Dosen UIN Jambi Klaim Kejadian Diset
-
Digerebek Istri di Kos Bareng Mahasiswi, Wakil Dekan UIN Jambi Langsung Dinonaktifkan
-
Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kamar Kos Bersama Mahasiswi, Ini Kronologi Lengkapnya
-
Kronologi Kasus Kekerasan Seksual Calon Polwan di Jambi: Dari Penjemputan Malam hingga Tersangka
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135
-
Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare
-
Kronologi Santri di Jakabaring Diduga Dianiaya Ustaz hingga Mata Lebam, Dilaporkan ke Polisi
-
Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera
-
Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman